MAROS, BKM — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himatepa) Universitas Hasanuddin melakukan pengabdian masyarakat.
Mereka melaksanakan program kerja berupa pembentukan sanggar tani dan pelatihan kelembagaan yang diikuti 23 pemuda Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, beberapa waktu lalu.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari seminar program kerja yang telah diadakan sebelumnya. Berfokus pada pemberdayaan pemuda desa, pelatihan ini bertujuan untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola organisasi, khususnya dalam konteks kelembagaan petani.
Para peserta diberikan materi seputar struktur organisasi, peran dan fungsi pengurus, serta cara menjalankan rapat dan pengambilan keputusan secara efektif.
Ketua Tim PPK Ormawa Himatepa Unhas, Fitriani, menekankan pentingnya peran pemuda sebagai motor penggerak pembangunan di desa.
”Kami yakin, dengan terbentuknya sanggar tani ini, pemuda Nisombalia akan memiliki wadah resmi untuk berinovasi dan berkontribusi secara nyata bagi kemajuan pertanian lokal. Pelatihan kelembagaan ini adalah fondasi agar sanggar ini dapat berjalan secara terstruktur, profesional, dan berkelanjutan,” ujar Fitriani.
Materi pelatihan disampaikan satu narasumber Muh Khairul. Dalam sesinya, ia menjelaskan, pengelolaan kelompok yang baik adalah kunci keberhasilan.
”Sanggar tani yang kokoh tidak hanya diukur dari jumlah anggotanya, tetapi juga dari solidnya kelembagaan dan kemampuan untuk berkolaborasi. Pelatihan ini adalah bekal awal bagi kalian untuk menjadi pemimpin masa depan yang mampu mengorganisir dan membawa perubahan positif,” tegas Khairul.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan. Mereka aktif berpartisipasi dalam diskusi dan praktik simulasi yang dipandu tim mahasiswa.
Salah satu peserta, Syamsir, mengungkapkan rasa terima kasihnya. ”Pelatihan ini sangat membuka wawasan kami. Selama ini kami hanya tahu bertani, tapi tidak mengerti bagaimana mengelola kelompok tani dengan baik. Sekarang kami jadi lebih paham,” kata Syamsir.
Puncak dari kegiatan ini adalah peresmian pembentukan Sanggar Tani Pemuda Nisombalia. Dengan terbentuknya sanggar ini, diharapkan para pemuda desa memiliki wadah resmi untuk mengembangkan ide-ide kreatif, mengimplementasikan teknologi pertanian modern, serta menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam memajukan sektor pertanian lokal. (ari/c)

