MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan akan fokus pada infrastruktur jalan provinsi sepanjang tiga tahun.
Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel telah menyiapkan lima paket pembangunan jalan provinsi yang digarap dengan skema multiyears contract dalam rentang waktu 2025–2027.
Kepala Bidang Jalan Dinas BMBK Sulsel Irawan Dermayasamin Ibrahim menyebut, total anggaran proyek jalan provinsi yang akan dikerjakan secara multiyears mencapai sekitar Rp2,4 triliun.
Setiap paket memiliki nilai pagu yang berbeda-beda.
Paket I mencakup ruas Hertasning–Aroepala–Tun Abdul Razak–Bili-bili–Sungguminasa–Malino–Tondong (Sinjai)–Tanete hingga Tana Beru (Bulukumba). Nilainya Rp500 miliar. Proyek ini sudah masuk tahap pemrosesan di Pokja.
Paket II mencakup wilayah Takalar–Gowa. Mulai dari Barombong–Panciro–Galesong–Pattallassang–Malakaji hingga Sapaya. Nilainya mendekati Rp300 miliar.
Paket III membentang dari Soppeng–Sidrap–Rappang–Pinrang–Paleteang–Lerang sampai Enrekang. Nilai proyek sekitar Rp500 miliar.
Paket IV meliputi ruas Pekkae–Takkalalla menuju Wajo, lalu menyambung ke Salo Peneki, Cabbengnge, Anabanua. Nilainya sekitar Rp600 miliar.
Sementara Paket V menyasar Bone–Lamuru–Palattae–Tana Batue–Sanrego–Sinjai, serta ruas Lamuru–Takkalalla dan Pangkep–Parigi. Nilainya juga mendekati Rp500 miliar.
Khusus ruas Aroepala, lanjut Irawan, akan menggunakan konstruksi beton karena desain sebelumnya sudah disiapkan demikian.
“Beton itu dari segi ketahanan memang lebih unggul, apalagi terhadap air. Tapi tetap kita lengkapi dengan drainase karena sebelumnya drainasenya tidak memadai,” terangnya, Jumat (1/8).
Pemprov Sulsel menargetkan seluruh paket tersebut tuntas hingga 2027.
Jika proses lelang berjalan lancar, pengerjaan fisik bisa segera dimulai dalam waktu dekat. (jun)

