MAKASSAR, BKM–Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Makassar mulai menata langkah politik untuk Pemilu 2029 dengan target ambisius, yakni meraih 10 kursi DPRD Makassar pada Pileg 2030.
Target ini naik sekitar 70 persen dibanding capaian Pemilu 2024, di mana PKS mengantongi 79 ribu suara dan enam kursi legislatif.
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, menyebut pergantian kepemimpinan menjadi momentum penting untuk menyusun strategi baru.
Ia menekankan penguatan struktur organisasi sebagai mesin utama dalam merebut simpati publik.
“Kami sudah menata formasi pengurus yang tidak hanya sekadar posisi, tapi benar-benar menjadi motor penggerak di lapangan. Setiap bidang punya target konkret, dan setiap dapil ditempatkan kader yang bertanggung jawab penuh untuk mendongkrak suara,” kata Andi Hadi, Selasa (26/8).
PKS Makassar menerapkan pola double job, di mana kader inti diberi tanggung jawab ganda untuk memastikan pergerakan maksimal di seluruh Daerah Pemilihan (Dapil).
Dapil Makassar A diperkuat Andi Akbar dan Rezky Nur, sementara Dapil Makassar B diisi Azwar Razmin dan Hartono.
Mereka tidak hanya duduk dalam struktur kepengurusan, tetapi juga turun langsung membangun jaringan hingga ke basis akar rumput.
“Kami ingin semua dapil bergerak seimbang, tidak ada yang tertinggal,” tegas Andi Hadi.
PKS menargetkan minimal dua kursi di setiap Dapil. Dengan konfigurasi Dapil di Makassar, perhitungan itu berarti 10 kursi DPRD yang ingin direbut pada 2030.
“Target ini realistis tapi menantang. Kami sadar tidak mudah, tapi dengan ikhtiar, doa, optimisme, dan kekompakan kader, kami yakin bisa mencapainya,” ujarnya.
Selain mengandalkan kekuatan struktur, PKS juga memperkuat basis sosial-politik melalui program yang menyentuh langsung masyarakat.
Bidang ekonomi, advokasi kebijakan publik, hingga gerakan mahasiswa dan pelajar diarahkan untuk konsisten melakukan kegiatan di lapangan.
“PKS tidak hanya hadir saat pemilu. Kami ingin setiap kader menjadi solusi atas masalah masyarakat, entah di bidang ekonomi, pendidikan, atau advokasi hukum. Dengan begitu, masyarakat merasakan manfaat langsung, dan ikatan dengan PKS semakin kuat,” jelas Andi Hadi.
Dengan kombinasi strategi organisasi, penguatan basis massa, serta kerja politik langsung di lapangan, PKS Makassar optimistis bisa menembus tiga besar perolehan suara di Pemilu 2029.
“Kita tidak ingin sekadar bertahan, tapi naik kelas. Target tiga besar adalah bukti bahwa PKS Makassar siap bersaing dengan partai-partai besar lainnya,”harapnya.
Terpisah, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sulsel, Anwar Faruq, menegaskan bahwa pembentukan struktur baru di tingkat daerah merupakan momentum regenerasi dan penyegaran organisasi. Kuliner Makassar
Ia menyebut ada tiga langkah strategis yang disiapkan pasca pembentukan pengurus.
“Harapan kami, dengan kepengurusan baru ini akan terjadi regenerasi dan penyegaran sehingga dapat bekerja lebih serius memenangkan PKS, memberikan kontribusi besar bagi masyarakat, dan memperbaiki kinerja organisasi ke depan,”ujar Anwar yang jugta Wakil Ketua DPRD Makassar ini.
PKS Sulsel pun menetapkan target elektoral tinggi: meraih 13 kursi di DPRD Sulsel dan 10 kursi di DPRD Makassar pada Pemilu 2029. Kuliner Makassar
Menurut Anwar, target itu realistis jika seluruh jajaran partai di wilayah, daerah, hingga cabang solid, bekerja terukur, dan aktif menyapa masyarakat. (jun/rif)

