MAKASSAR, BKM–Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan Dr Taufan Pawe (TP) mengunjungi rumah duka Rusdamdiansyah alias Dandi, seorang pengemudi ojek online (Ojol) yang menjadi korban pengeroyokan saat demonstrasi di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.
Turut mendampingi Andi Marzuki Wadeng, Sekretaris DPD Partai Golkar Sulsel, Andi Marzuki Wadeng, Wakil Ketua Rahman Pina, Lukman B Kady, dan Kadir Halid. Rombongan disambut langsung orang tua almarhum Dandi di rumah duka yang berlokasi di Lorong 501 Jalan Urip Sumoharjo pada pukul 14.00 WITA.
Dalam kunjungannya, TP menyampaikan belasungkawa mendalam. “Kami menyampaikan belasungkawa dan mendoakan Almarhum Dandi diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujarnya.
TP yang juga Anggota Komisi II DPR RI ini juga menyampaikan pesan dari Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, yang sangat menyayangkan insiden ini.
“Salam hangat dari Bapak Bahlil Lahadalia, beliau sangat sedih dan menyayangkan kejadian ini” lanjut TP.
Ayah dan ibu Dandi, yang masih diselimuti duka mendalam, menceritakan kronologi kejadian yang menimpa anak mereka. Ibu Dandi dengan haru.
“Terima kasih banyak pak sudah datang, anak saya hanya keluar, lihat-lihat orang demo. Saya tidak menyangka kenapa bisa begini (wafat).” buka Ibu Dandi.
Sementara itu, ayah Dandi menjelaskan bahwa anaknya diteriaki “intel” sebelum dikeroyok.
“Diteriaki intel pak, tiba-tiba langsung dikeroyok. Dandi sempat dibawa ke sebuah sekretariat, kemudian dilarikan ke RS Ibnu Sina, dan akhirnya dirujuk ke RSUP di CPI, besoknya tidak ada mi pak” tersng Ayah Dandi.
Pihak keluarga, khususnya ibu Dandi, dengan tegas meminta keadilan.
“Kami keluarga minta keadilan, semoga bisa ditemukan pelakunya,” harapnya.
Menanggapi permintaan tersebut, TP menyatakan bahwa kasus ini akan menjadi atensi serius. “Kita atensi hal ini,” tegasnya.
Mendengar kisah Dandi, TP memuji sosok anak muda ini. “Dandi ini masih muda, sudah menjadi tulang punggung keluarga. Apalagi saya lihat anaknya kreatif dan pecinta alam,” katanya.
Ia menyayangkan hilangnya nyawa pemuda potensial akibat kesalahpahaman.
“Demonstrasi adalah cara yang baik untuk menyampaikan aspirasi, itu wajar di Negara kita.,” ungkap mantan Wali Kota Parepare dua periode ini.
Seperti diketahui, driver Ojol bernama Rusdamdiansyah alias Dandi (26) tewas dikeroyok massa usai dituduh anggota intelijen saat aksi demonstrasi di depan kampus Universitas Bosowa, Kota Makassar.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Makassar Fadli Tahar mengatakan Dandi meninggal diduga akibat pengeroyokan saat demo di depan kampus UMI. Namun, dia mengaku belum bisa memastikan kronologi lengkap kejadian tersebut.
“Imbas demo di depan UMI, Urip. Dia dikeroyok. Mungkin ada yang ini dipicu bagaimana sehingga dikeroyok. Saya juga tidak bisa pastikan bagaimana kejadian sebenarnya. Mungkin (sementara) perjalanan, ya, karena dia kabarnya malam,” kata Fadli. (rif)

