BERITAKOTAMAKASSAR.COM — Mahasiswa magang dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas), Alifiah Sabila bersama kader Tuberkulosis (TBC) dari Yayasan Masyarakat Peduli Tuberkulosis melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan berbasis door to door di Jalan Daeng Tantu 1, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Minggu 21 September 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh 11 orang warga setempat, yang pada awalnya belum memahami secara jelas mengenai penyakit TBC. Melalui penyuluhan interaktif, warga akhirnya memperoleh pengetahuan yang lebih baik tentang TBC, mulai dari cara penularan, pencegahan, hingga pentingnya deteksi dini dan pengobatan yang tuntas.
Alifiah Sabila menuturkan bahwa pengalaman ini menjadi bagian penting dalam mendukung upaya eliminasi TBC di masyarakat. “Melalui edukasi langsung ke rumah-rumah, masyarakat lebih mudah menerima informasi dan memahami pentingnya menjaga kesehatan, terutama dalam mencegah penularan TBC,” ungkapnya.
Kader TBC, Sitti Ichsania menyampaikan, sebagai kader dirinya sadar betul bahwa penularan TBC ini harus diselesaikan agar tidak ada korban selanjutnya. Pernyataan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara kader, mahasiswa, dan masyarakat dalam melawan penyebaran TBC.
Salah seorang warga yang hadir memberikan apresiasi. “Terima kasih karena telah memberikan edukasi kepada kami masyarakat awam yang tidak mengetahui mengenai TBC. Ternyata kita tidak boleh menutup mata dan telinga bahwa penyakit ini memang harus untuk disembuhkan dan dicegah penularannya, dan yang sakit harus bisa sembuh,” ujarnya.
Kegiatan edukasi ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) yang menekankan pentingnya akses kesehatan bagi semua orang dan upaya mengakhiri epidemi penyakit menular seperti TBC.
Inisiatif ini turut mendukung Asta Cita 4, yakni membangun masyarakat sehat, cerdas, dan produktif. Pemerintah dalam membangun masyarakat Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing, dengan memperkuat sistem kesehatan berbasis pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.
Kehadiran mahasiswa magang dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran kader TBC dalam memperluas jangkauan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Upaya ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari TBC, sejalan dengan target eliminasi TBC di Indonesia tahun 2030. (*)

