MAKASSAR, BKM.COM — Anggota DPRD Kota Makassar, Prof. Dr. Ir. Hj. Apiaty K. Amin Syam, M.Si, kembali menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat saat menggelar reses di tiga titik terakhir wilayah Dapil I Makassar, Sabtu (18/10/2025).
Tiga titik yang dikunjungi yakni Lapangan BTN Minasa Upa Blok M RT 01/RW 09, Kelurahan Minasa Upa, Jl. Skarda N2 No. 6 RT 06/RW 07, Kelurahan Gunung Sari, dan Jl. Maccini Baru No. 97 RT 022/RW 005, Kelurahan Maccini Gusung.
Dalam dialog bersama warga di setiap lokasi, berbagai persoalan mencuat — mulai dari air bersih PDAM yang sering mati, sampah yang menumpuk dan mahalnya retribusi, hingga tiang listrik miring di area padat penduduk yang dikhawatirkan bisa menimbulkan korban jiwa.
“Air PDAM sering mati sampai dua hari, Bu. Terpaksa kami beli air galon untuk kebutuhan rumah,” keluh Nasir salah seorang warga Maccini Baru
Prof. Apiaty menyebutkan, masalah air bersih merupakan keluhan yang hampir merata di semua titik reses. Ia menegaskan akan berkoordinasi dengan pihak PDAM agar segera melakukan pengecekan distribusi air di wilayah Rappocini dan Panakkukang.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar warga. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi kesehatan. Saya akan sampaikan langsung ke PDAM untuk mencari solusi yang cepat,” tegasnya.
Selain air bersih, warga juga menyoroti kenaikan iuran sampah dan keterlambatan pengangkutan di sejumlah wilayah. Mereka menilai kebijakan baru tersebut membingungkan karena sebelumnya dikatakan gratis. “Dulu dibilang gratis, tapi sekarang bayar. Sementara sampah sering telat diangkut,” ujar warga Gunung Sari.
Menanggapi hal ini, Prof. Apiaty menjelaskan bahwa biaya operasional sampah memang meningkat seiring penuh dan jauhnya lokasi pembuangan akhir (TPA). Namun, ia menegaskan pemerintah harus tetap menemukan pola pembiayaan yang tidak membebani warga.
“Saya pahami keluhan masyarakat. Tapi kita juga harus sadar, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan juga penting,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, warga di Kelurahan Maccini Gusung juga mengadukan keberadaan tiang listrik miring dan kabel menjuntai di area pemukiman padat. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan bahaya terutama saat hujan dan angin kencang.
“Kami khawatir, Bu. Tiangnya sudah miring dan kabelnya rendah sekali. Takutnya ada yang tersengat atau roboh,” ujar warga setempat.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Apiaty berjanji akan menyampaikan langsung kepada pihak PLN agar segera melakukan perbaikan dan pemeliharaan jaringan listrik di wilayah tersebut.
“Keselamatan warga adalah prioritas. PLN harus segera turun menindaklanjuti laporan ini sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Selain tiga persoalan utama itu, warga juga menyampaikan aspirasi mengenai perbaikan jalan lingkungan, lampu jalan yang padam, serta program seragam sekolah gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
“Semua aspirasi warga saya catat dan akan saya kawal di rapat-rapat pembahasan bersama pemerintah kota. Reses ini bukan sekadar seremonial, tapi sarana memperjuangkan kebutuhan masyarakat,” tutup Prof. Apiaty. (Ita)
Prof Apiaty Serap Aspirasi Soal Krisis Air Bersih, Sampah, dan Tiang Listrik Berbahaya
×

