MAKASSAR, BeritaKotaMakassar.Com – Pemerintah Kota Makassar berencana membangun dua kawasan pertanian perkotaan modern atau grand house urban farming pada 2026. Proyek ini dirancang sebagai pusat riset, edukasi, dan produksi pertanian berbasis teknologi modern. Lokasinya akan berada di Kelurahan Barombong, Tamalate dan Kelurahan Sudiang, Biringkanaya.
Wali Kota Munafri Arifuddin menyatakan urban farming merupakan gerakan strategis untuk menciptakan ekosistem pangan yang modern dan berkelanjutan. Kawasan ini tidak sekadar untuk bercocok tanam, tetapi menjadi solusi ketahanan pangan kota di masa depan.
Fasilitas yang disiapkan sangat lengkap dan terintegrasi. Kawasan akan dilengkapi ruang edukasi, laboratorium, rumah hidroponik, kolam bioflok, hingga Market Farm sebagai pusat pemasaran. Untuk peternakan, akan ada kandang ayam, sapi, dan kambing.
Dukungan teknologi juga menjadi prioritas, seperti penggunaan energi surya dan unit fertigasi digital. Desain kawasan mengutamakan kelestarian lingkungan dengan penggunaan beton berpori dan bahan kayu. Tujuannya menciptakan suasana natural yang nyaman dan fungsional bagi semua pengunjung.
Kawasan ini dirancang seperti museum edukasi dengan jalur melingkar dari area budidaya hingga pemasaran. Pengunjung diajak untuk belajar sekaligus membeli produk hasil panen langsung. Akses difabel juga disediakan agar kawasan inklusif bagi seluruh masyarakat.
Proyek senilai Rp4 miliar per kawasan ini akan dikelola tenaga profesional dengan fokus pada riset dan penguatan pangan lokal. Hasil panen akan disalurkan ke kelompok wanita tani dan dipasarkan melalui sistem digital. Pembangunan melibatkan lima dinas terkait, mencakup aspek infrastruktur, lingkungan, dan energi terbarukan. (*)

