BERITAKOTAMAKASSAR.COM — DI lorong-lorong sempit yang biasanya hanya dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua, suasana Jumat pagi di Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, Koat Makassar tampak berbeda. Warga, aparat kelurahan, hingga tokoh masyarakat berbaur, memungut sampah, menguras selokan, dan membersihkan lingkungan.
Mereka kompak mengenakan seragam senada, menandakan semangat kebersamaan yang tengah tumbuh di tengah padatnya wilayah berpenduduk 12.000 jiwa itu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Jumat Bersih, yang menjadi agenda rutin di bawah kepemimpinan Lurah Mahadin Muhammad Astari, S.STP., M.Si.
Mahadin merupakan lurah yang baru empat minggu menjabat, setelah dilantik bersama 153 lurah lainnya oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Lapangan Karebosi pada 29 September lalu.
“Ini sudah tiga kali kita laksanakan Jumat Bersih sejak saya dilantik,” ungkap Mahadin yang ditemui di lokasi kegiatan di RW 9 Karunrung. “Kami ingin memastikan bahwa setiap pekan ada aksi nyata, tidak hanya di kantor, tapi turun langsung bersama warga,” tambahnya.
Mahadin tampak tak canggung memegang cangkul dan memungut sampah. Ia menyatu dengan warga tanpa jarak. Baginya, menjadi pemimpin berarti memberi contoh lewat tindakan, bukan hanya instruksi.
“Sekarang sudah berubah. Pemimpin harus mencontoh. Kita mengajak lewat gerakan, bukan sekadar kata-kata. Itu yang ingin saya tunjukkan ke masyarakat dan teman-teman RT/RW,” ujarnya.
Filosofi kepemimpinan itu bukan tanpa dasar. Sebelum menjabat lurah, Mahadin dikenal memiliki latar belakang sosial yang kuat. Ia sempat bertugas selama enam tahun di Dinas Sosial Kota Makassar, kemudian di Sekretariat DPRD, dan terakhir menjabat Sekretaris Lurah di Kecamatan Mamajang.
Tak heran, jiwanya terbentuk dalam kultur pelayanan publik yang dekat dengan masyarakat akar rumput. “Mungkin karena lama di Dinas Sosial, saya jadi terbiasa turun ke lapangan. Di Karunrung ini, saya ingin hadir bersama warga, bukan sekadar datang memantau,” tambahnya.
Kekompakan dan Rasa Keluarga
Kelurahan Karunrung dikenal sebagai salah satu wilayah padat di Rappocini, dengan 10 RW dan 44 RT. Namun, di balik kepadatan itu tersimpan nilai solidaritas yang kuat.
“Di sini semua saling kenal. Dari Karunrung Raya sampai Jipang, hampir semua seperti keluarga besar. Itu yang jadi kekuatan kami,” kata Mahadin.
Dalam kegiatan Jumat Bersih kali ini, tampak hadir para ketua RW/RT, ketua LPM, hingga Pj RT, bersama warga dari berbagai lorong. Mereka bekerja bersama tanpa paksaan, menandakan kesadaran kolektif yang tumbuh dari rasa memiliki lingkungan.
“Kalau di kantor mungkin tidak sebanyak ini orangnya. Tapi karena warganya kompak, jadi mudah digerakkan,” ujarnya tersenyum.
Selain masalah kebersihan, Mahadin juga menyoroti tantangan ketertiban dan keamanan lingkungan (trantibum), terutama di kalangan remaja. Ia mengakui, beberapa waktu terakhir situasi Kota Makassar sempat memanas akibat maraknya aksi tawuran dan balapan liar.
“Anak-anak muda ini harus kita sentuh, bukan disalahkan. Makanya kami adakan kegiatan seperti MTQ tingkat kelurahan agar mereka kembali ke aktivitas yang positif,” ungkapnya.
Untuk menjaga keamanan, Mahadin memastikan seluruh RW di Karunrung mengaktifkan pos ronda setiap malam. “Kalau kelurahan lain satu posko saja, di sini setiap RW punya posko aktif. Setelah Isya, mereka jaga rutin setiap hari. Tidak ada libur, semua RW aktif menjaga lingkungan,” terangnya.
Ia juga berterima kasih kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang aktif berpatroli dan berkoordinasi dengan kelurahan. Bahkan setiap Sabtu, Polsek rutin melakukan patroli keliling wilayah Karunrung.
“Saya bersyukur ditempatkan di Karunrung, dipertemukan dengan orang-orang baik. Semua pihak saling dukung, dari aparat hingga masyarakat,” ujarnya.
Meski baru sebulan menjabat, Mahadin telah menunjukkan gaya kepemimpinan yang kolaboratif. Ia meyakini, keberhasilan program pemerintah hanya bisa terwujud lewat sinergi. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Tidak ada Superman di sini, yang ada adalah Super Team,” tegasnya.
Visi itu terlihat nyata di lapangan. Setiap kegiatan bersih-bersih selalu melibatkan semua unsur: masyarakat, perangkat RT/RW, dan tokoh masyarakat. Dengan pendekatan ini, Karunrung mulai dikenal sebagai salah satu kelurahan yang paling aktif menjalankan instruksi Wali Kota Makassar tentang Gerakan Jumat Bersih dan Jaga Makassar.
Mahadin berharap semangat gotong royong itu terus berlanjut, tidak hanya untuk kebersihan, tapi juga dalam menjaga keamanan dan memperkuat silaturahmi antarwarga.
“Kita ingin membuktikan bahwa Karunrung bisa. Bisa menjalankan program pemerintah dengan baik, dan bisa jadi contoh bagi kelurahan lain,” tutupnya optimistis. (*)

