pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tak Ada Libur di Hari Pemilihan Ketua RT/RW, Wali Kota Ungkap Alasannya

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin

BERITAKOTAMAKASSAR.COM — Pemerintah Kota Makassar memastikan menggelar pemilihan ketua RT/RW pada 3 dan 8 Desember mendatang. Pemilihan ini sejalan dengan visi dan misi pada RPJMD Kota Makassar 2025 yang mengedepankan partisipasi aktif masyarakat dalam memilih pemimpin tingkat bawah.

Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat Kota Makassar Andi Muh Anshar, mengatakan tujuan utama dari pemilihan ini adalah memberikan kembali kendali kepada warga dalam menentukan siapa yang akan memimpin di tingkat RT dan RW.

“Kita ingin memfasilitasi masyarakat untuk lebih terlibat dalam proses pemilihan yang langsung, demokratis, dan transparan,” ujarnya, Rabu, 12 November 2025.

Tahapan pemilihan telah dimulai dengan sosialisasi teknis di 15 kecamatan di Makassar. Tiga tim sosialisasi yang dipimpin Dr Hari, Muhammad Izar Kurniawan, dan Respaleti telah menyambangi wilayah-wilayah seperti Biringkanaya, Tamalanrea, Panakkukang, Manggala, hingga Ujung Pandang untuk menjelaskan langkah-langkah teknis pelaksanaan pemilihan kepada warga.

“Kami menerima banyak masukan positif dari masyarakat, yang menunjukkan bahwa mereka antusias dan mendukung proses ini,” kata Anshar.

Proses pemilihan akan dilaksanakan dalam serangkaian tahapan yang jelas, mulai dari persiapan, pendaftaran calon, verifikasi, hingga kampanye terbatas.

Adapun pemungutan suara untuk pemilihan ketua RT dijadwalkan pada 3 Desember 2025, sementara untuk ketua RW pada 8 Desember 2025.

Masing-masing tahapan, seperti pencabutan nomor urut calon, penetapan daftar pemilih tetap, hingga masa tenang, telah dirancang dengan rinci untuk memastikan setiap perwakilan 1 kepala keluarga (KK) dapat menggunakan hak suaranya dengan lancar dan aman.

BPM juga mengusulkan agar Wali Kota Makassar mengatur libur bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pada hari pemilihan, yang jatuh pada hari Rabu, agar masyarakat bisa lebih maksimal datang ke TPS dan memberikan suaranya.

Kecamatan Ujung Pandang telah dipilih sebagai lokasi percontohan, dan diharapkan Wali Kota Makassar bersama Forkopimda akan mengunjungi kawasan ini untuk melihat secara langsung pelaksanaan pemilihan.

“Ujung Pandang akan menjadi contoh bagi kecamatan lainnya, dan kami berharap semua pihak dapat memberi dukungan penuh agar pemilihan ini berlangsung sukses, lancar, dan demokratis,” ungkap Anshar.

Dengan pelaksanaan yang terencana dengan baik, BPM berharap pemilihan Ketua RT dan RW di Makassar 2025 dapat menjadi momentum bagi warga untuk lebih berperan aktif dalam menentukan masa depan lingkungan mereka.

Pemilihan ini diharapkan juga menjadi cerminan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat demokrasi di tingkat akar rumput.

Dikonfirmasi terpisah, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menekankan, peran RT dan RW sangat vital dalam memastikan setiap program pemerintah dapat tersampaikan (delivered) dengan baik kepada warga.

Menurutnya, pemilihan ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi momentum kolaborasi antara warga dan pemerintah, khususnya di tingkat kelurahan.

“Kita lakukan pemilihan ini supaya masyarakat bisa berkolaborasi dengan pemerintah. Kita butuh tokoh masyarakat, orang-orang yang dikenal di wilayahnya, yang punya visi dan mampu melaksanakan kegiatan di lapangan,” jelasnya.

Ditanya apakah selama proses pemilihan ketua RT/RW, kantor-kantor bakal diliburkan, Appi menegaskan bahwa itu tidak perlu dilakukan.

Alasannya, pemilihan ketua RT/RW tidak seperti pemilihan kepala daerah dan anggota legislatif yang melibatkan seluruh warga yang sudah memenuhi syarat untuk menyalurkan hak suaranya. Pemilihan ketua RT/RW hanya dilakukan oleh perwakilan setiap kepala keluarga.

“Tidak perlu ada libur. Kantor, organisasi pemerintah, layanan masyarakat, tetap berjalan dengan normal. Kan tidak semuaji orang pergi memilih. Hanya perwakilan setiap kepala keluarga,” tegas lelaki yang akrab disapa Appi itu.

Dia menambahkan, sosialisasi pemilihan harus dilakukan maksimal agar proses berjalan sesuai mekanisme dan hasilnya benar-benar berkualitas.

“Prosesnya harus step by step, maksimal di setiap tahapannya. Karena pola pelayanan ini harus kita maksimalkan,” ujarnya.

Saat ini tercatat ada 6.027 ketua RT dan 1005 ketua RW di seluruh Kota Makassar. Total 6.032 pemilih yang mengikuti pemilu raya nantinya.

Oleh sebab itu, Munafri kembali menegaskan, dirinya meminta hasil dari pemilihan RT/RW tidak hanya sekadar menjabat, tetapi yang mampu menjalankan program-program pokok pemerintahan.

“Banyak tugas yang harus turun ke bawah dan tereksekusi dengan baik, tapi pentingnya sistem evaluasi. Harus ada tenggat waktu untuk evaluasi, dijalankan, ada kegiatan wajib yang menjadi tugas pokok. Ini supaya kerja RT/RW terkontrol,” ungkap Appi.

Setelah hasil pemilihan ketua RT/RW keluar, dia menginstruksikan agar lurah dan RT/RW duduk bersama untuk mendalami program-program unggulan pemerintah agar bisa turun langsung ke lapangan. Semua harus satu visi dari atas sampai ke bawah.

Menurutnya, bila koordinasi berjalan baik, maka pelayanan publik akan lebih cepat, tepat, dan menyentuh kebutuhan warga secara menyeluruh. Munafri juga mengingatkan agar lurah dan jajarannya menjaga ketertiban selama proses pemilihan berlangsung.

“Kalau ada riak-riak, lurah harus cepat tangani agar tidak jadi gelombang besar. Karena dalam memilih pasti ada pro dan kontra, tapi ini bukan pertarungan hidup mati. Hanya menentukan siapa contact person di wilayah itu. Tidak perlu diributkan,” pesannya. (rhm)



×


Tak Ada Libur di Hari Pemilihan Ketua RT/RW, Wali Kota Ungkap Alasannya

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link