MAKASSAR, BKM–Ketua umum Dewan Pimpinan Puisat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar menyempatkan diri untuk menyapa dan membagikan paket sembako bagi warga Kota Makassar di Taman Pakui, Jalan AP Pettarani, Rabu (3/12).
Pembagian paket sembako diberikan untuk keluarga binaan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Makassar.
Abdul Muhaimin Iskandar, yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat RI menyampaikan bahwa kegiatan berbagi merupakan tradisi penting yang harus terus dijaga.
“Ini bagian dari tradisi kita, memberikan semangat untuk bersilaturahmi. Mereka yang memiliki kelebihan bisa berbagi dengan yang membutuhkan. Tradisi gotong royong harus kita tingkatkan,”ujar Cak Imin-panggilan akrab Abdul Muhaimin Iskandar.
Cak Imin menambahkan, kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi sarana berbagi, tetapi juga momentum untuk mendoakan sesama yang sedang mengalami kesulitan, utamanya warga yang mendapat musibah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar). Cak Imin tak lupa mendoakan warga yang terkena musibah dan diamini oleh warga yang hadir.
“Terima kasih, kita bersyukur bisa bersilaturahmi. Di sini kita menyambung tali kekeluargaan dan membangun semangat kerja sama,”katanya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kota Makassar, Fauzi Andi Wawo, menjelaskan bahwa sebanyak 1.500 paket beras dan minyak dibagikan kepada warga.
“Ini bentuk perhatian kami kepada masyarakat Kota Makassar. PKB selalu hadir untuk meringankan beban masyarakat. Kami ingin semuanya tersenyum,”ujar Fauzi Wawo yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel ini.
Kegiatan pembagian paket sembako ini berlangsung tertib dan mendapat antusiasme tinggi dari warga yang hadir.
Kedatangan Cak Imin di Taman Pakui ditemani Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulsel Azhar Arsyad dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman serta sejumlah anggota Fraksi PKB DPRD Sulsel dan Makassar diantaranya Zulfikar Limolang, Andi Muhammad Anwar Purnomo, Havid S Pasha, Bahtiar, Muzakkar, Andi Ayoga Fadel Akbar serta Fadillah Fahriana. (jun/rif)

