SINJAI, BKM— Komitmen Pemerintah Kabupaten Sinjai dalam mempercepat penguatan ekonomi desa kembali ditunjukkan melalui langkah cepat dan terukur Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif. Rabu (15/4/2026) sore, ia turun langsung meninjau Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Lappa Cinrana, Kecamatan Bulupoddo, guna memastikan progres pembangunan benar-benar tuntas dan siap dimanfaatkan masyarakat.
Kehadiran orang nomor satu di Sinjai ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk kontrol langsung terhadap program strategis daerah. Dengan didampingi sejumlah kepala OPD, di antaranya Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Dr. Mansyur, Kepala Dinas PMD Yuhadi Samad, Kepala Bappeda Haerani Dahlan, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Ramlan Hamid, serta Kepala BPS Sinjai, H. Syamsuddin, peninjauan ini menegaskan pola kepemimpinan yang aktif, responsif, dan berbasis solusi.
Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa pemerintah daerah tidak menunggu laporan di meja, tetapi memastikan langsung kondisi riil di lapangan, terutama untuk program yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja, Ramlan Hamid, mengungkapkan bahwa kunjungan ini bertujuan melihat secara langsung kesiapan koperasi yang pembangunannya telah selesai sepenuhnya.
Ia menjelaskan, hingga saat ini sudah terbangun 38 koperasi dari total target 43 unit yang harus segera dirampungkan. Artinya, masih tersisa lima koperasi yang dalam proses penyelesaian.
“Khusus di Kecamatan Bulupoddo sudah ada tiga koperasi yang rampung 100 persen,” ujarnya.
Capaian ini menunjukkan akselerasi yang konsisten dari pemerintah daerah dalam merealisasikan program, sekaligus menjadi indikator bahwa target penyelesaian dapat dikejar sesuai waktu yang ditetapkan.
Terkait operasional, Ramlan menyebut koperasi hanya tinggal menunggu pengisian sarana dan kesiapan pengurus sebelum resmi dijalankan.
“Kalau isi koperasi sudah masuk, maka bisa langsung diresmikan dan beroperasi. Untuk jadwal operasional, nantinya akan diatur oleh pengurus masing-masing,” jelasnya.
Pemerintah daerah pun tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi memastikan keberlanjutan operasional melalui kesiapan sistem dan sumber daya manusia. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa kebijakan tidak setengah jalan, melainkan dirancang hingga benar-benar memberi dampak ekonomi.
Ia menambahkan, pemerintah daerah menargetkan seluruh pembangunan koperasi dapat rampung pada awal Juni 2026.
Dengan target yang jelas dan pengawalan langsung dari pimpinan daerah, program ini diposisikan sebagai solusi konkret dalam memperkuat ekonomi berbasis desa, sekaligus mempercepat perputaran ekonomi lokal.
Diketahui, program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan inisiatif ekonomi kerakyatan nasional yang digagas oleh Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memperkuat ekonomi desa dan kelurahan, menekan inflasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui semangat gotong royong.

