pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pernah Over Dosis Obat Karena Stres Setelah Divonis Buta

Saat dirinya divonis dokter tak bisa melihat dan tidak ada obat untuk menyembuhkan penyakitnya, dunia serasa akan runtuh bagi Andi Pancadarma. Dia kerap mengurung diri di kamar.

Laporan: Rahma Amri

Bagi wanita berjilbab ini, saat itu dunia sudah berakhir. Dia sempat menenggak obat-obatan cukup banyak hingga over dosis dan mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Apalagi, stigma lingkungan sekitar yang masih menganggap disabilitas hanya akan menjadi beban keluarga masih melekat.
Beruntung, wanita yang kini aktif di sejumlah organisasi itu masih punya sisa-sisa semangat pantang menyerah. Dengan bantuan orang-orang terdekat yang selalu menyemangati, Andi Panca mulai bangkit.
Dia bertekad, kekurangan yang dimiliki bukan penghalang untuk mandiri, apalagi untuk dikasihani.
Andi Panca pun mau bersekolah kembali kendati harus menamatkan SMA di sekolah luar biasa. Dia mulai belajar menyesuaikan diri dengan kondisinya dan mulai melakukan aktifitas sehari-hari dengan mandiri.
Dia ingin membuktikan kepada orang-orang bahwa dirinya juga bisa melakukan hal-hal yang dilakukan orang normal.
Termasuk ketika dirinya secara personal ingin serius menjadi atlet profesional. Untuk keinginan itu, dia sempat tidak mendapat dukungan penuh dari keluarganya.
“Saya ingin lawan prinsip jika penyandang disabilitas tidak bisa apa-apa. Makin kuat ingin membuktikan, walau tuna netra, saya mampu untuk berprestasi,” tegasnya.
Andi Panca juga aktif dalam sejumlah organisasi yang memperjuangkan kepentingan-kepentingan penyandang disabilitas.
Saat ini, dia tercatat sebagai paralegal yang membantu menangani kasus-kasus disabilitas baik di sektor pendidikan maupun aksesbilitas.
Dia juga tercatat sebagai pengurus Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sulsel.
Sebagai ibu, dia juga tidak pernah melupakan kodratnya. Sebelum memulai aktifitas keorganisasian dan latihan atletik, Andi Panca mencuci, beres-beres rumah dan memasak.
“Orang kerap menyangsikan apakah saya bisa melakukan tugas-tugas rumah tangga. Selama ini tidak ada persoalan. Malah, untuk urusan masak, banyak yang puji hasil masakanku enak,” candanya.
Kendati tak ada event pertandingan, isteri Nasrafuddin itu tetap giat berlatih dan tetap siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan mewakili Sulsel di kancah nasional.
Wanita ini berprinsip untuk meraih prestasi harus dibangun komitmen dan motivasi. Dia selalu optimistis, apapun yang direncanakan selalu berhasil melalui kekuatan usaha dan doa.
“Saya selalu berprinsip, kalau orang bisa, kenapa saya tidak,” jelasnya.
Prestasi yang diraih juga merupakan pembuktian jika dirinya mampu berbuat dan mengharumkan nama daerah dengan segala keterbatasan yang dimilikinya. (rhm/cha/b)



×


Pernah Over Dosis Obat Karena Stres Setelah Divonis Buta

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar