LUTIM, BKM — Teka-teki siapa yang memotong tangan kiri bayi sebelum dikeluarkan dari kandungan, sedikit mulai terkuak. Pelakunya adalah Muhajir yang tak lain ayah dari bayi malang itu.
Penyidik Kepolisian Resort (Polres) Luwu Timur telah usai melakukan gelar perkara terhadap kejadian ini, Rabu malam (7/3). Dari situ, Muhajir kemudian ditetapkan sebagai tersangka.
Perbuatan sadis tersebut dilakukan Muhajir ketika darah dagingnya itu masih berada di dalam lahir istrinya Sukaesih. Hanya saja, tersangka belum bersedia menjelaskan bagaimana cara dia memotong tangan kiri anaknya tersebut.
Dihadapan penyidik, pria yang beralamat di Dusun Waeroya, Desa Solo, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur itu berdalih bahwa dirinya telah dibohongi sang istri. Selama ini, Sukaesih mengaku tidak hamil. Padahal kenyataannya tidak demikian. ”Suaminya kecewa dan merasa dibohongi oleh istri,” ungkap Kapolres Luwu Timur, AKBP Leonardo Panji Wahyudi melalui Kasat Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Iptu Akbar A Malloroang, Kamis (8/3).
Meski belum mengakui telah memotong tangan kiri bayinya itu, polisi sudah cukup bukti bila Muhajir yang melakukan perbuatan sadis tersebut.
”Bukti-bukti yang telah dikantongi sudah cukup, sehingga penyidik berkesimpulan dan meningkatkan kasus tersebut dari tahapan penyelidikan ke penyidikan. Juga menetapkan ayah bayi tersebut sebagai tersangka,” terangnya.
Bukti-bukti yang dimaksud, salah satunya ditemukannya pisau yang memiliki bercak darah. Sementara pada saat kejadian, hanya ada Muhajir dan istrinya di dalam kamar. “Pengakuan istrinya, ia hanya berdua di dalam kamar bersama suaminya,” ujar Leonardo.
Namun, pada saat kejadian, ibu kandung bayi malang itu tidak tahu menahu karena dalam keadaan tidak sadarkan diri (pingsan). Dia baru kaget setelah siuman dan melihat ada tangan bayi di dekatnya. “Setelah istrinya sadar, dia melihat ada tangan di sampingnya,” ungkapnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Desa Solo Edy Sunaryo menjelaskan, dirinya pernah didatangi oleh Muhajir sebelum kejadian. Ia menyampaikan bila istrinya tidak pernah hamil dan setiap bulan menstruasi. Muhajir mengklaim Sukaesih terkena ilmu hitam atau santet.
Menurutnya, Muhajir adalah warga Desa Solo namun memiliki usaha meubel di Luwu Banggai. Ia datang ke Desa Solo sekitar dua bulan lalu.
“Dari pengakuan istrinya, ia ditekan oleh suaminya agar merahasiakan kehamilan itu. Hanya saja, maksudnya belum diketahui apa,” terang Edi. (alp/rus)
Suami Dibohongi, Istri Disebut Kena Santet
×

