pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

”Jangan Merasa Nyaman di Satu Posisi”

DI TENGAH kesibukannya sebagai seorang birokrat, Iqbal juga sangat aktif di berbagai organisasi. Khususnya yang terkait kemaslahatan umat. Jika dikalkulasi, lelaki ramah ini menjadi pengurus belasan organisasi kemasyarakatan.

Laporan: Rahmawati Amri

SAAT ini, Iqbal menjadi salah satu pengurus teras Ikatan Cendekiawam Muslim Indonesia (ICMI). Dalam rentang waktu 30 tahun, ia juga tercatat sebagai Pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel.
Selain itu, duduk pula sebagai Pengurus Wilayah Badan Koordinasi Muballigh Indonesia, serta Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia yang diketuai oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Juga sebagai ketua Persatuan Umat Islam Makassar.
Di organisasi kepemudaan, Iqbal diberi amanah menjadi Sekretaris Pemuda Panca Marga Sulsel. Aktif pula di organisasi pramuka sebagai anggota andalan daerah Sulsel.
Di birokrasi, berbagai posisi pernah diamanahkan kepadanya. Dari posisi yang lebih banyak di belakang meja, hingga yang aktif berhubungan dengan orang banyak.
Saat ini, sebagai pejabat eselon IIA, Iqbal dipercaya sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sulsel. Boleh dikata, ia sangat kenyang pengalaman. Perpindahan dan mutasi membuatnya matang dan banyak mengetahui dinamika pemerintahan.
Dia menekankan, seorang pegawai harus mempertinggi tour of duty.
Seorang pejabat tidak boleh merasa nyaman pada satu posisi. Sebab jika itu terjadi, yang bersangkutan tidak mau belajar dan menganggap bagian dari rutinitas sehingga tidak ada tantangan baru.
“Yang paling inti jangan merasa nyaman di satu posisi. Kalau sudah duduk lupa berdiri,” ujarnya.
Seorang birokrat, lanjutnya, harus siap ditempatkan di mana saja.
Karena pengetahuannya yang sangat luas terkait berbagai hal, Iqbal merupakan sosok yang enak diajak untuk berdiskusi oleh teman bicaranya. Dia terus mengupgrade pengetahuannya terkait banyak hal dan persoalan. Tak sekadar yang berhubungan dengan bidang tugasnya saja.
Sebagai pejabat eselon II yang memimpin SKPD, Iqbal lebih menekankan koordinasi dan kemampuan manajerialnya dibanding kemampuan teknis.
Dia termasuk orang yang cukup mudah belajar dan beradaptasi. Bahkan diakui, hanya butuh waktu paling lama satu bulan untuk tahu aturan yang berhubungan dengan tugas pokok dan fungsi serta kewenangannya.
Iqbal juga tidak segan-segan berdebat dengan bawahan, apalagi jika menyangkut sebuah aturan.
Dia mengatakan, jabatan yang diamanahkan kepada seseorang hanya dampak atau hasil dari prestasi kerja. Dia tidak pernah anggap bagian dari tujuan. (*/rus)



×


”Jangan Merasa Nyaman di Satu Posisi”

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar