DI lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, nyaris tak ada yang tidak mengenal pejabat yang satu ini. Penampilannya yang berhijab selalu menarik. Gaya bicaranya blak-blakan. Soal dedikasi dan loyalitas terhadap pekerjaan, Sukarniaty Kondolele tak diragukan lagi.
Laporan: Rahmawati Amri
SAAT ini, Sukarniaty diserahi amanah sebagai Kepala Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Kadisduk Capil, Dalduk dan KB) Sulsel. Gubernur Syahrul Yasin Limpo menaruh kepercayaan terhadap pejabatnya ini.
Salah satu alasannya, hampir tak ada tugas yang diberikan kepadanya tidak sukses diembannya. Termasuk ketika dirinya ditantang untuk menghadirkan penerbangan langsung (direct flight) dari Makassar ke luar negeri, dan sebaliknya.
Any, demikian sapaan akrabnya, merupakan sedikit dari perempuan yang menjabat eselon II di lingkup Pemprov Sulsel.
Awal karirnya sebagai aparatur sipil negara (ASN) sebenarnya bermula di Provinsi Papua. Dia tercatat sebagai ASN di Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Pariwisata Pos dan Telekomunikasi (Parpostel).
Ia memilih Papua sebagai tempat awal karirnya lantaran mengikuti suami yang bertugas di kepolisian. Ketika suaminya dipindahkan ke Makassar dan terjadi restrukturisasi kepegawaian, ketika dirinya disuruh memilih ke Jakarta atau Makassar, dia menjatuhkan pilihannya untuk menetap di daerah ini.
“Saya ikut suami. Selain itu, karena adanya otonomisasi, rekturisasi yang diatur dalam PP41, maka saya disuruh memilih mau ke Jakarta atau ke daerah asal. Tapi saya pilih Makassar, karena suami saya ditugaskan di sini,” ujar Any.
Pengalaman paling berkesan dirasakan ketika dirinya ditempatkan sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Museum Lagaligo. Banyak yang menganggap UPTD Museum Lagaligo merupakan tempatnya orang-orang buangan. Namun anggapan itu ditepis olehnya.
Sejumlah program digagasnya. Wanita berkulit putih ini menggagas program Gerakan Sayang Museum.
“Kami dekatkan museum ke masyarakat. Kami masuk mal memperkenalkannya. Masyarakat dengan gampang melihat konsep modernisasi tapi ada budaya di dalam, sehingga kita bisa capai kunjungan masyarakat peduli akan sejarah dan kebudayaan,” jelas Any.
Dengan gebrakannya itu, Any mulai dilirik oleh gubernur. Saat terjadi mutasi, wanita empat anak ini ditarik ke Dinas Pariwisata sebagai Kepala Bidang Promosi Kepariwisataan.
Nama Any mulai diperhitungkan saat membuat terobosan dengan menjajal kerja sama dengan sejumlah maskapai internasional.
Secara khusus, dirinya ditantang oleh gubernur untuk membuka penerbangan langsung ke luar negeri.
“Saya inisiasi bagaimana caranya agar penerbangan internasional bisa hadir di sini. Saya tawarkan konsep tersebut ke Air Asia, ” ungkapnya.
Gayung pun bersambut. Akhirnya penerbangan Malaysia-Makassar secara langsung bisa diwujudkan.
Penerbangan langsung dari Makassar-Singapura juga digagas Any kala menjabat sebagai Kepala Bidang Promosi di Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD). Dengan anggaran yang sangat minim, Any mampu menggolkan penerbangan langsung dengan menggunakan pesawat Garuda.
Terobosan kerja sama juga dilakukan Any dengan Changi Airport Group. Any lagi-lagi membuat Gubernur Syahrul Yasin Limpo berdecak kagum saat melakukan kunjungan ke negara Singa Putih tersebut.
Di sepanjang area Bandara Changi, Syahrul menemukan banner promosi potensi investasi Sulsel. Promosi untuk Sulsel itu disajikan di TV berukuran 2×5 meter.
“Kita sengaja pilih Singapura karena memang negara itu adalah hubnya seluruh Asean,” jelas Any. (*/rus)

