pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Telan Dana Rp18 M, Mampu Atasi Penumpukan Kendaraan di Perintis

Makassar sebagai kota metropolitan semakin berbenah untuk menjadi salah satu kota dunia. Dengan pertumbuhan kota yang sangat pesat, bangunan bertumbuh dimana-mana, dengan aktifitas dan arus manusia dengan berbagai kesibukannya, sejumlah persoalan muncul.

Laporan: Rahma Amri

Salah satu yang menjadi momok, selain persoalan sampah, adalah timbulnya kemacetan akibat pertumbuhan kendaraan yang begitu tinggi, tidak dibarengi dengan peningkatan kapasitas jalan.
Berbagai langkah diambil baik Pemerintah Kota Makassar maupun Pemerintah Provinsi Sulsel untuk memecahkan persoalan tersebut. Selain menghadirkan moda transportasi massal dan melakukan rekayasan lalu lintas, pembukaan jalan alternatif merupakan hal mutlak yang harus dilakukan.
Sejak beberapa tahun silam, pemprov dan pemkot menggagas sejumlah jalan alternatif pemecah kemacetan. Mulai dari middle ring road, outer ring road, yang masuk dalam konsep by pass Mammisata, hingga wacana menghadirkan moda transportasi monorel dan kereta api.
Salah satu rencana yang saat ini sementara direalisasikan adalah pembukaan jalan alternatif Perintis Sutami.
Saat ini, kata Pelaksana Tugas Kadis Bina Marga, Hasdullah mengatakan, masih dilakukan pemadatan jalan untuk kepentingan konstruksi beton. Lapis pematangan tahan pertama sudah selesai dan kini masuk pematangan lapis teratas.
Nantinya, jalan alternatif seluas 42 meter ini berkonstruksi beton sepanjang 500 meter dari perempatan Bumi Tamalanrea Permai (BRT). Selanjutnya, hingga jembatan akan berkonstruksi aspal hotmix.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo punya ekpektasi besar terhadap Jalan Perintis-Sutami ini. Menurutnya, jalan ini sangat dibutuhkan untuk mengurai kemacetan kota. Syahrul berharap, jalan-jalan alternatif lain bisa diwujudkan. Salah satunya, jalan middle ring road juga bisa segera digenjot. Dengan begitu, banyak pilihan jalan untuk menghindari penumpukan kendaraan.
Selain betonisasi badan jalan, pembangunan jembatan juga dalam tahap perampungan.
Pekerjaan pondasi jembatan sementara berlangsung dan dikerjakan oleh salah satu kontraktor nasional.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perintis-Sutami, Aries Iskandar menjelaskan, sejauh ini progres proyek cukup menggembirakan. Semua berjalan lancar dan sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan.
Terkait persoalan lahan yang masih belum di bebaskan, Aries mengatakan masih ada delapan bidang yang masih bersoal. Persoalannya karena kelengkapan surat-surat pemilik lahan yang belum lengkap. Namun ada juga yang hingga saat ini tidak diketahui pemiliknya.
Namun, lanjutnya, persoalan itu tidak menjadi kendala bagi pengerjaan proyek. Alasannya, semua persoalan diselesaikan dengan konsinyasi.
Jalan alternatif yang dibangun tersebut sepanjang 2,6 km menghubungkan Ir Sutami dan Perintis Kemerdekaan.
Tahun ini, Pemprov Sulsel menganggarkan dana dari APBD senilai 18 miliar. Sebanyak Rp10 miliar untuk jalan dan Rp8 miliar untuk pembangunan jembatan. Sementara tahun lalu, pemprov siapkan anggaran sebesar Rp30 miliar. (rhm/b)



×


Telan Dana Rp18 M, Mampu Atasi Penumpukan Kendaraan di Perintis

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar