MAKASSAR, BKM — Syahrul Yasin Limpo tak lama lagi akan menanggalkan jabatannya sebagai gubernur Sulsel. Kendati begitu, ia tidak berhenti memikirkan daerah yang telah dipimpinnya selama satu dekade.
Saat ini, Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) itu sementara melobi pemerintah pusat agar pembangunan terowongan yang tersambung dengan elevated road atau jalan layang Maros-Camba bisa diwujudkan.
Walaupun belum ada jawaban pasti untuk membangun terowongan dengan panjang sekitar satu kilometer lebih itu, namun Syahrul berjanji akan tetap berjuang. Hal ini dilakukan untuk melindungi hutan dan vegetasi serta fauna yang ada di kawasan hutan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TNBB).
“Alasannya kalau kita terus dengan cara ini, dengan pendekatan normatif yang biasa, kita harus membelah hutan lindung yang ada di atas. Sementara saya sangat menjaga hutan lindung itu,” ujarnya.
Selain itu, Syahrul juga berusaha membicarakan dengan pemerintah pusat agar kereta api yang akan beroperasi di Sulsel nanti menggunakan bahan bakar dari listrik. Sebab banyak keuntungan yang bisa diperoleh dengan menggunakan tenaga listrik sebagai bahan penggeraknya. Selain tarifnya murah dan minim polusi, juga untuk memanfaatkan surplus listrik yang dihasilkan provinsi ini.
“Saya juga sementara perjuangkan kereta api listrik yang nantinya beroperasi di sini. Kita ini surplus listrik. Apalagi ke depan akan hadir pembangkit listrik-pembangkit listrik baru. PLTB Sidrap juga mulai beroperasi,” terangnya.
Cukup banyak legacy yang akan ditinggalkan Syahrul di pengujung masa kepemimpinannya. Dari segi infrastruktur ada underpass, flyover, kereta api, PLTB, empat bendungan besar, Stadion Barombong, CoI, dan masih banyak lagi.
Di bidang ekonomi pun, Syahrul mampu menjadikan Sulsel salah satu yang terbaik di Indonesia.
Sampai-sampai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Rosan Perkasa Roeslani, memberikan apresiasiatas kiprahnya.
Ia menyebutkan, gubernur dua periode mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Sulsel yang tinggi. Bahkan hal ini yang diidam-idamkan oleh kepala daerah di Indonesia.
Diketahui, pertumbuhan ekonomi Sulsel di tahun 2017 berada di peringkat kedua nasional sebesar 7,23 persen, sedangkan nasional 5,07 persen. Dengan total PDRB 2017 Sulsel sebesar Rp418,93 triliun.
“Untuk Pak Syahrul, kami sebenarnya yang di pusat akan sangat berterima kasih jika bapak bisa membantu kami di pusat. Karena terus terang, sedikit pemimpin yang punya kualitas seperti bapak,” ujarnya saat melakukan kunjungan ke Makassar pekan lalu. (rhm/rus)
Perjuangkan Terowongan dan Kereta Api Listrik
×

