MAKASSAR, BKM — Seorang mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (UMI) berinisial FS diamankan polisi. Ia tertangkap tangan membawa senjata tajam ketika tim gabungan kepolisian melakukan penyisiran dalam kampus, Rabu malam (11/4) usai ricuh.
Dipimpin Wakapolrestabes Makassar AKBP Hotman Sirait, tim yang melibatkan personel Polsek Panakkukang menemukan sejumlah barang bukti. Diantaranya pisau dapur, sebilah parang berbentuk samurai, papporo, serta dua batang anak panah yang terbuat dari besi.
”Satu oknum mahasiswa kita amankan karena kedapatan membawa badik. Tentu dia diproses hukum,” ujar Hotman, kemarin.
Ditemui terpisah di rektorat, kemarin, Wakil Rektor II UMI Dr Dirgahayu Lantara angkat bicara menyikapi video aksi protes mahasiswa Teknik Mesin berujung ricuh. Ia meluruskan informasi yang beredar.
“Saya tidak dipukul, apalagi ditendang. Yang ada saya terjatuh saat ingin merebut mic yang digunakan mahasiswa berorasi. Tapi saya jatuh. Tidak ada bagian tubuh saya yang sakit, kecuali jari kelingking saya,” jelas Dirgahayu.
Namun dia mengaku sebelum terjatuh, seperti ada yang mendorongnya cukup keras dari belakang.
Dirgahayu cukup kaget dengan informasi yang beredar. Dan karena video viral tersebut, sejak Rabu (11/4) malam, dirinya terus menerus harus menerima telepon dari berbagai penjuru untuk menanyakan keadaannya.
Kendati tidak mengalami luka saat aksi terjadi, namun dia tetap menyayangkan peristiwa tersebut.
“Apapun juga, tindakan yang dilakukan mahasiswa tersebut tidak bisa diterima. Mereka mengunci, menggembok, dan mengelas pintu fakultas. Membakar kursi. Ini tidak bisa dibiarkan,” tandas Dirgahayu.
Dia mengaku, rektor dan para wakil rektor tidak pernah menyangka jika peristiwa tersebut terjadi. Semua sudah dianggap clear alias tidak ada masalah, karena sebelumnya mahasiswa perwakilan Prodi Teknik Mesin sudah dijelaskan mekanisme pemilihan dekan.
Wakil Rektor III UMI Prof Achmad Gani menjelaskan, setelah peristiwa tersebut terjadi, rektor dan seluruh wakil rektor langsung menggelar rapat.
Menurutnya, ada beberapa poin penting yang menjadi perhatian. Diantaranya, menginventarisasi kerusakan yang diakibatkan oleh mahasiswa, mengidentifikasi persoalan dan pelanggaran yang terjadi untuk menentukan punishment atau hukuman yang akan diberikan kepada mahasiswa yang melakukan pelanggaran.
Dia mengatakan, Rektor Hj Masrurah sangat menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut.
“Makanya, semalam beliau langsung pimpin rapat. Dia meminta agar peristiwa tersebut diinventarisasi, ” jelas Prof Achmad.
Saat kejadian, ada satu mahasiswa yang diamankan aparat kepolisian karena yang bersangkutan melempar aparat kepolisian.
Kepala Bagian Personalia yang terkena tendangan juga diminta melaporkan peristiwa itu ke polisi supaya diproses.
Seperti diketahui, terjadi aksi demonstrasi dilakukan mahasiswa Prodi Teknik Mesin sejak pagi pukul 09.00 wita. Aksi itu mempertanyakan kenapa pada pemilihan Dekan Fakultas Teknik, bukan calon dari Prodi Mesin yang terpilih.
Disinyalir jika ada aktor yang memprovokatori aksi demonstrasi tersebut. Dipertanyakan kenapa mahasiswa memprotes keputusan universitas secara berlebihan.
Aksi protes yang terjadi dipicu proses pergantian kepemimpinan di Fakultas Teknik UMI. Dua calon yang bersaing, Mustar Tahir dari Teknik Sipil dan Fausal Habib dari Teknik Mesin. Pada pemilihan tingkat fakultas, suara dukungan keduanya imbang, 6-6. Namun dari hasil kesepakatan dan rapat, Mustar Tahir yang diberi amanah menjadi Dekan Fakultas Teknik. (ish-rhm/rus)
UMI Siapkan Sanksi untuk Mahasiswa
×

