MAKASSAR, BKM — Kasus dugaan penipuan serta pencucian uang biro perjalanan umrah Abu Tours mendapat perhatian khusus dari komisi VIII DPR RI. Secara khusus, enam legislator Senayan dipimpin TB Ace Hasan Syadzily mendatangi Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel. Mereka ingin mendapat penjelasan langsung terkait Abu Tours.
Kepada tamunya, Kepala Kantor Kemenag Sulsel H Abd Wahid Thahir menjelaskan, kasus Abu Tours hingga saat ini masih ditangani dengan intensif. Hingga 16 April 2018, jumlah jamaah yang sudah melapor ke posko pengaduan bersama mencapai 16 ribu.
“Itu yang sementara dalam proses diselesaikan oleh pihak Abu Tour,” ungkap Abdul Wahid.
Dia menekankan, kendati saat ini izin operasional Abu Tour sudah dicabut, tapi dua tugas utama Abu Tour tetap harus dilaksanakan. Yakni memberangkatkan calon jamaah, atau mengembalikan uang mereka.
Proses keberangkatan calon jamaah Abu Tours memang hingga saat ini terus diupayakan. Salah satunya bekerja sama agen atau travel lain.
Dia juga melaporkan ke Komisi VIII DPR RI jika sebelumnya Abu Tours mengeluarkan maklumat yang cukup memberatkan calon jamaah tanpa sepengetahuan Kemenag. Karenanya, Kemenag secara tegas meminta Abu Tours untuk menghapuskan maklumat tersebut.
Abdul Wahid menerangkan, berdasarkan audit investigasi, ada sekitar 86.720 jamaah Abu Tours di seluruh Indonesia yang belum diberangkatkan. Hingga saat ini, masih dibuka posko pengaduan bagi korban yang merasa dirugikan.
Menurutnya, pihak Abu Tours sejauh ini sudah berjanji untuk mengembalikan dana jamaah yang tidak jadi berangkat hingga 15 Mei mendatang.
“Itu khusus untuk 16 ribuan jamaah yah. Sementara sisanya menunggu keputusan pengadilan negeri,” tandasnya.
Dia berharap, ke depan DPR bisa membuat regulasi yang tepat dan betul-betul memihak kepada umat. Selain itu, upaya pengawasan bukan hanya di Kemenag, namun juga melibatkan pemerintah daerah, hingga DPRD kabupaten/kota.
“Supaya sama-sama dapat bertanggung jawab terhadap umat,” tandasnya.
Abdul Wahid mensinyalir jika persoalan Abu Tours bukan yang terakhir. Pihaknya mendeteksi ada travel haji dan umrah dengan mekanisme seperti Abu Tours yang hingga saat ini masih beroperasi. Namun dia enggan untuk menyebut nama.
Menurutnya, sepanjang tidak ada jamaah atau siapapun yang melapor telah dirugikan, pihaknya tidak bisa mengambil tindakan atau keputusan.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI TB Ace Hasan Syadzily, menjelaskan bahwa kehadirannya di Makassar memang untuk mencari tahu seperti apa persoalan yang sebenarnya terjadi. ”Sehingga bisa diketahui kelemahan dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, lalu dicari solusi penyelesaiannya. Agar ke depan, dibuatkan regulasi yang lebih ketat,” ujarnya. (rhm/rus)
Abu Tours akan Kembalikan Dana 16.000 Calon Jamaah
×

