BARRU, BKM — Di jalan poros Desa Pancana, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Rabu (18/4) pukul 12.30 Wita. Dua orang pelajar yang berboncengan motor, baru saja keluar dari jalanan sekolahnya.
Mereka yang masih mengenakan seragam sekolah SMKN 2 Barru itu adalah Agus Syukur (15) dan Ardiansyah (15). Mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter MX bernomor polisi DP 6468 A, keduanya mendapati teman yang motornya bermasalah.
Pertolongan pun diberikan. Menggunakan kaki kanannya, Agus yang membonceng Ardiansyah, kemudian mendorong motor temannya itu dari arah belakang sambil tetap berkendara.
Terlebih dahulu dua motor yang saling beriringan ini berbelok ke kiri untuk menyeberang di jalanan dua jalur. Ketika tiba di bukaan jalan, mereka pun berbelok kanan (dari arah Makassar menuju Barru).
Namun nahas. Ketika dorongan terlepas, motor yang dikendarai Agus agak oleng kiri. Pada saat bersamaan, dari arah belakang muncul truk kontainer bernomor polisi DD 9593 XS. Mobil berukuran besar itupun langsung melindas kedua korban. Jiwa mereka pun tak tertolong. Sementara motor teman yang didorongnya lolos dari maut.
Agus mengalami pecah kepala. Sementara Ardiyansyah patah pada bagian leher. Keduanya mengembuskan nafas terakhir di lokasi kejadian.
Tidak lama setelah peristiwa itu, kedua jenazah korban dibawa ke kamar jenazah RSUD Barru. Usai dibersihkan pihak rumah sakit, jasad mereka diambil oleh keluarga masing-masing.
Jenazah Ardiansyah lebih dulu dibawa oleh keluarganya ke Dusun Lempang, Desa Lalabata, Kecamatan Tanete Rilau. Menyusul kemudian jenazah Agus yang lukanya lebih parah. Pihak keluarga membawa ke kampung asal Agus di Dusun Pacciro, Desa Libureng Kecamatan Tanete Riaja. Tampak Kepala Desa Libureng, H Ikbal ikut mendampingi pihak keluarga korban untuk menjemput jenazah Agus.
Arsanti, salah seorang guru BK (Bimbingan dan Konseling) SMKN 2 Barru mengaku kaget mengetahui peristiwa yang merenggut dua nyawa siswanya. Arsanti yang juga tante korban Agus sempat tak percaya ponakannya menemui ajal karena kecelakaan lalulintas di jalan poros.
Ditemui di sekitar kamar jenazah RSUD Barru, Arsanti menjelaskan kalau dirinya sudah janjian dengan Agus untuk mengantarnya pulang ke Watu, alamat rumahnya yang terletak sebelum Dusun Pacciro.
“Keponakanku ini memang selalu antar jemput saya setiap pergi dan pulang dari sekolah. Itu dilakukannya setiap hari. Ibunya Agus bernama Hasnah itu sepupu dua kali dengan ibu saya. Ayahnya bernama Syukur sudah lama merantau ke Kalimantan. Agus empat bersaudara dan merupakan bungsu. Saudaranya yang lain merantau ke Jayapura,” terang Arsanti.
Kedua korban satu ruangan di kelas X pada Program Pelayaran jurusan Nautika. Dikatakan Arsanti bahwa Agus bernama Ardiansyah yang juga tewas dalam lakalantas ini.
“Sebelumnya, Ardiansyah beberapa minggu tidak ke sekolah karena rencana mau pindah sekolah ke Parepare. Alasannya, karena di SMKN 2 terlalu banyak tugas. Namun setelah dilakukan pendekatan, akhirnya dia tidak jadi pindah dan tetap sekolah di SMKN 2 Barru, ” terangnya.
Lukman Muharram, guru SMKN 2 Barru lainnya, mengatakan kedua korban bertempat tinggal jauh dari sekolah. Agus tinggal di Dusun Pacciro di Desa Libureng Kecamatan Tanete Riaja. Namun dia tidak pernah terlambat upacara. Sebelum jam masuk belajar, Agus sejak pagi sudah ada di sekolah.
“Begitu pula dengan Ardiansyah. Kalaupun sempat beberapa hari tidak hadir belajar, hanya karena sering dipengaruhi seorang temannya yang bersekolah di SMK swasta di Parepare. Katanya, di sana tugas sekolah tidak sebanyak di SMKN 2 Barru. Tetapi setelah dilakukan pendekatan, korban kembali aktif seperti semula,” terang Lukman.
Kasat Lantas Polres Barru AKP Yus Ade Elisia, membenarkan peristiwa yang menelan dua korban jiwa tersebut. Kata dia, pihaknya masih melakukan pengumpulan bahan dan keterangan. Sementara kedua korban sudah diambil keluarganya masing-masing untuk dimakamkan.
”Untuk sopir truk yang menabrak korban, belum diketahui identitasnya. Termasuk keberadaannya. Karena setelah kejadian dia langsung meninggalkan kendaraannya. Tapi kalau pemilik truk sudah diketahui,” ujar AKP Yus Ade. (udi/rus/b)
Dua Siswa SMK Tewas Terlindas Truk Saat Tolong Teman
×

