MAROS, BKM — Jalan poros Maros-Camba, Minggu (22/4) pukul 10.30 Wita. Sebuah mobil Daihatsu Xenia warna hitam DD 1573 YH melaju di atas badan jalan yang mulus telah dibeton.
Betonisasi dilakukan sebagai bagian dari proyek jalan elevated road. Di ruasa jalan ini memiliki banyak kelokan.
Tiba di Lingkungan Mario, Kelurahan Mario Pulana, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, mobil yang dikemudikan Muh Rizal (42) melaju dengan kecepatan tinggi. Di dalam mobil terdapat enam orang penumpang. Mereka hendak menuju Kabupaten Bone.
Di sebuah kelokan, mestinya mobil menikung ke kanan. Namun, sang sopir yang warga Jalan Sirajuddin Dg Rani, Kelurahan Bonto-bonto, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa kehilangan kendali. Kendaraan tersebut melaju lurus hingga terperosok masuk ke perkebunan warga.
Dua orang menemui ajal di lokasi kecelakaan lalulintas ini. Mereka adalah H Idris Dg Tayang (51), warga Jalan Harapan, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Ia mengalami luka robek pada kepala bagian belakang, bibir atas serta pelipis kiri.
Satu lainnya Safaruddin Dg Jarung (53), beralamat di Jalan Sirajuddin Rani, Kecamatan Somba Opu, Gowa. Luka yang dideritanya berupa robek pada kepala sebelah kiri dan belakang, serta bahu kiri.
Rizal yang mengemudikan mobil dalam kondisi kritis. Ia dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salewangang Maros, bersama dua jenazah korban meninggal.
Empat penumpang lainnya dinyatakan selamat dalam peristiwa nahas ini. Sesaat setelah kejadian, mereka dilarikan ke Puskesmas Camba.
Masing-masing Mahlani Lawa (44), warga Jalan Andi Mallombassang nomor 79, Kabupaten Gowa. Ia mengalami luka memar pada punggung dan pinggang sebelah kiri.
Luth Mustika Wima (32), beralamat di Jalan Nuri nomor 20 Kabupaten Gowa. Menderita luka lecet pada tangan kanan, serta merasakan sakit pada dada.
Syahrullah (43), berdomisili di Jalan Syamsuddin Tunru, Kecamatan Somba Opu mengalami luka pada bagian dada. Abdul Malik (35), warga Jalan Cendrawasih nomor 330 menderita luka lecet pada dahi serta merasakan sakit pada ulu hati.
Kanit Lakalantas Polres Maros Ipda Muh Arsad mengatakan, mobil tersebut lepas kendali pada jalan yang menurun dan menikung. Hingga akhirnya terjatuh dan terbalik ke dalam jurang yang berada di bagian kiri jalan.
”Sopir kehilangan kendali saat masuk di tikungan tajam, sehingga mobil terjatuh ke perkebunan warga hingga masuk jurang. Dua penumpang meninggal di lokasi kejadian. Sementara sopirnya masih kritis. Ketiganya dibawa ke RS Salewangang Maros. Sementara empat korban luka sedang dirawat di Puskesmas Camba,” jelas Ipda Muh Arsad, kemarin.
Kapolsek Camba AKP Alamsyah yang dihubungi terpisah, sopir mengalami out control saat berada di lokasi kejadian. ”Pengemudi tidak menguasai medan jalan, namun tetap tancap gas saat melaju di tikungan,” terang AKP Alamsyah.
Berbaju NA
Mobil yang mengalami lakalantas ini disebutkan memuat pendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel nomor urut 3, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman. Dua korban yang mengembuskan nafas terakhir di lokasi kejadian masing-masing mengenakan baju paslon tersebut.
Korban H Idris Dg Tayang memakai baju warna biru muda. Di dada kiri tampak angka 3 nama tulisan PROF ANDALAN.
Sementara jasad Safaruddin Dg Jarung terlihat menggunakan baju kaos warna putih, juga bertuliskan nama PROF Andakan di bagian depannya.
Rombongan ini rencananya akan ke Kabupaten Bone untuk mengikuti kampanye paslon NA-ASS. Namun, peristiwa berdarah di Camba telah menggagalkan keinginan mereka untuk hadir.
Tim pemenangan cagub-cawagub nomor 3 H Shaleh Rajab yang dihubungi tak lama setelah kejadian, kemarin mengaku belum mengetahui secara persis korban lakalantas di Camba. ”Kami belum tahu persis apakah mereka masuk tim pemenangan kami atau bukan. Kami masih perjalanan dari Bone,” ujar Saleh Rajab
Dia menambahkan, bahwa setiap hendak ke wilayah kabupaten/kota di Sulsel untuk mengisi masa kampanye, timnya tidak bersama rombongan. Meski begitu, Saleh Rajab mengklaim timnya selalu tepat waktu tiba di lokasi kegiatan.
”Sebentar lagi kita tiba di Makassar dan akan mengecek kebenarannya, apakah itu tim kami. Karena identitas nama dan asal masih simpang siur. Ada yang bilang dari Maros, ada juga yang bilang dari Gowa,” terangnya.
Santunan dan Beasiswa
Cagub dan cawagub NA-ASS menyatakan berbelasungkawa atas meninggalnya dua simpatisan pada peristiwa lakalantas di Camba, kemarin. Mereka juga berjanji untuk memberikan santunan masing-masing Rp50 juta untuk keluarga keduanya.
“Saya dan Pak Andi Sudirman Sulaiman sedih dan turut berduka atas kejadian yang menimpa relawan kami saat hendak berangkat ke Bone untuk mengikuti kampanye akbar. Kami semua berbelasungkawa bagi korban meninggal dan luka,” ujar NA, kemarin.
Selain santunan, seluruh biaya penguburan kedua korban juga ditanggung oleh NA-ASS. Beasiswa pendidikan bagi anak korban juga akan diberikan hingga mereka duduk di bangku kuliah. Sementara mereka yang terluka, akan ditanggung seluruh biaya pengobatannya hingga sembuh. (ari/rus/b)

