MAKASSAR, BKM — Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel sudah merampungkan data hasil Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara keseluruhan, baik untuk tingkat SMA/MA, maupun tingkat SMK/sederajat.
Data dari Bidang Pembinaan SMA Disdik Sulsel mencatat, SMA dengan peringkat UNBK tertinggi di Sulsel untuk program IPA adalah SMA Zion dengan rerata nilai UNBK 77,92. Menyusul SMAN 5 Parepare 75,14, dan SMA Islam Athirah Bone 75,03.
Untuk jurusan IPS, peringkat pertama diraih SMA Islam Athirah Bone dengan rata-rata nilai UNBK 69,09. Disusul SMA Zion 69,07, dan SMA Dian Harapan Makassar 65.
Sementara jurusan bahasa, rerata nilai tertinggi diraih SMAN 5 Tana Toraja dengan nilai 60,73, SMAN 1 Bone 56,59, dan SMAN 7 Wajo 53,59.
Untuk peraih nilai tertinggi, dua siswa SMA Katolik Rajawali Makassar berada di urutan pertama. Di jurusan IPA, Nata Nagata Yusuf dari SMA Katolik Rajawali menempati posisi teratas dengan nilai total hasil UNBK 375,50. Peringkat kedua Felicia Leonardi dari SMA Zion dengan nilai 375. Ketiga, Mochammad Luthfi Hariyadin dari SMAN 17 Makassar dengan nilai 373,00.
Peraih nilai tertinggi jurusan IPS adalah Prisilia Angelina Tanwil, juga dari SMA Katolik Rajawali dengan nilai UNBK 364,50. Urutan kedua Pricilia Meidy Winengko dari SMA Katolik Rajawali dengan nilai UNBK 349,50. Ketiga Aldeline Natasha Christabel Akemah dari SMA Dian Harapan dengan nilai UNBK 340,00.
Jurusan bahasa, peringkat pertama Nur Indah Sari Rusmayani dari SMAN 7 Wajo dengan nilai UNBK 318,50. Kedua, Priska Novita Malaga dari SMAN 5 Tana Toraja yang perolehan nilainya 298,50. Ketiga, Beno Prabowo dari SMAN 1 Bone dengan nilai 297,50.
Sementara untuk tingkat SMK, siswa peraih nilai tertinggi UNBK adalah Aliyah Mardiyah Arifin dari SMKN 11 Makassar dengan nilai 360. Kedua, Inggrid Krisyantana Syamsuddin dari SMKN 11 Makassar dengan nilai 353. Ketiga, Alfian Dwi Pangestu dari SMKN 1 Pangkep yang mendapat nilai 348,50.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel Irman Yasin Limpo, menjelaskan dibanding tahun lalu, UN tahun ini lebih berintegritas. Walaupun dari skala nilai, diakui ada penurunan.
Irman menjelaskan, tahun lalu nilai integritas untuk SMA hanya 52 persen. Tahun ini sudah mencapai 100 persen. Sementara untuk SMK, sejak tahun 2017 sudah 100 persen.
Dirinya berharap, pencapain UN tahun ini jangan dianggap sebagai kinerja pendidikan di Sulsel. “Untuk apa peringkat, toh tidak dipakai juga di perguruan tinggi. Sekarang yang kita nilai adalah masalah proses. Ini bisa dilihat di semester 5 dan 6,” jelasnya.
Salah seorang siswa peraih nilai tertinggi, Mochamad Luthfi Hariyadin ketika dihubungi BKM, mengaku belum tahu sama sekali jika dirinya masuk tiga besar untuk jurusan IPA.
“Saya belum tahu. Belum dapat infonya. Lumayan terkejut tapi cukup bangga,” jelas Luthfi, kemarin.
Dia mengatakan, memang mempersiapkan diri jauh hari sebelum pelaksanaan UN. “Menjelang H minus satu, saya sudah tidak belajar,” jelasnya.
Luthfi termasuk salah seorang siswa dengan prestasi cukup menonjol di sekolahnya. Dia kerap mewakili SMAN 17 pada Olympiade Sains, khususnya matematika dan fisika. Luthfi juga langganan juara kelas. Selalu masuk tiga besar setiap kenaikan kelas.
Putra dari Bambang dan Rosniah Rai ini sekarang sementara mempersiapkan diri melanjutkan kuliah ke Institut Teknologi Bandung (ITB). Anak pertama dari tiga bersaudara itu diterima pada program bebas tes di kampus bergengsi itu.
Luthfi akan menjadi mahasiswa Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB. Fakultas yang pernah menjadi tempat kuliah BJ Habibie.
Namun sayang, dia mengaku saat ini masih terkendala biaya untuk ke Bandung. Makanya, dia sedang berusaha mencari beasiswa. Diharapkan dirinya bisa lancar kuliah di sana.
“Mudah-mudahan dapat beasiswa secepatnya. Untuk biaya pendidikan di ITB,” pungkasnya. (rhm/)
Dua Siswa SMA Katolik Rajawali Raih Nilai UNBK Tertinggi
×

