pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Dewan Bakal Panggil OPD

MAKASSAR, BKM– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar, akan menjadwalkan pemanggilan ke organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Makassar terkait penebangan yang dilakukan ke sejumlah pohon di Jalan AP Petta Rani, yang terkena proyek tol layang.
Pemanggilan dilakukan dewan, karena dampak penebangan pohon mengakibatkan ruang terbuka hijau (RTH) milik Kota Makassar semakin berkurang.
Apalagi, ada rencana pelaksana proyek bakal menebang sekira 1.000 pohon di sepanjang Tol Reformasi dan AP Petta Rani.
Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Makassar, Rahman Pina, mengimbau pembangunan jalan tol layang tidak mengorbankan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada. Pohon-pohon yang ada di median AP Petta Rani dan disepanjang Tol reformasi, jelasnya, merupakan salah satu penyumbang oksigen kota di tengah padatnya kendaraan. Apalagi, pohon-pohon tersebut sudah dipelihara sejak lama dengan anggaran yang tak sedikit.
“Kita berharap pembangunan tol layang bisa meminimalisir (penebangan pohon), paling tidak semua pohon yang sudah sekian lama dipelihara, juga sudah menelan anggaran yang cukup besar itu digantikan. Mudah-mudahan ada cara bagaimana supaya pohon yang dirusak ini bisa digantikan,”ungkapnya saat dikofirmasi, Minggu (20/5).
Lanjut legislator Partai Golkar ini menambahkan, jelas dalam Perda Tata Ruang kota Makassar diatur bahwa setiap daerah harus menyediakan RTH 30 persen dari wilayahnya. Karena itu, ia mengimbau pengadaan penghijauan di setiap pembangunan infrastruktur, termasuk pembangunan Tol Layang.
“Kalau pengaturan tentang RTH itu sudah jelas diatur dalam perda tata ruang kota. Jadi kalau pohon ditebang untuk pembangunan, pengembang harus merencanakan untuk melakukan penghijauan kembali,” ujarnya.
Untuk itulah, pihaknya bakal melakukan pemanggilan OPDterkait untuk mengonfirmasi hal tersebut.”Nanti kita jadwalkan memanggil, Dinas Tata Ruang, Dinas PU, dan pengembang untuk mengkonfirmasi terkait bagaimana scenario pembangunannya,” katanya.
Begitupun yang dikatakan Anggota Komisi C DPRD Makassar, Susuman halim, bahwa segera akan melakukan pemanggilan ke beberapa OPD mengenai pohon yang ditebang dalam proyek tol layang. Menurutnya RTH Makassar akan hilang jika proyek itu betul akan memangkas 1.000 pohon yang ditanam dan menimbulkan kerugian besar bagi Kota Makassar.
“Iya memang sementara dijadwalkan untuk dipanngil, kasian Kota Makassar kalau RTH di Petta Rani ini hilang,” ucapnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT BMN, Anwar Toha mengatakan, pengerjaan Tol Layang sudah mulai dikerjakan sejak April 2018. Untuk kepentingan pembangunan jalan tol Layang, PT BMN mulai melakukan penebangan pohon dan melakukan pelebaran jalan.
“Ini untuk kepentingan pembangunan jalan tol layang yang akan segera dilakukan. Untuk sementara, di sepanjang jalan tol reformasi ini sudah dan nanti jalur yang dilalui itu juga akan ditebang,” ujarnya.
Ia mengatakan, penebangan pohon yang jumlahnya lebih dari seribu pohon itu nantinya akan digantikan oleh pelaksana proyek sesuai dengan ketentuan perundangan lingkungan hidup, yakni tetap akan ada kompensasi seperti satu banding lima pohon.”Kompensasi dari aturan itu kan 1:5. Di mana satu pohon yang kita tebang akan digantikan dengan lima pohon baru untuk penghijauan dan itulah kompensasinya,” katanya.
Pihaknya telah menyiapkan sekitar 6.000 bibit berbagai jenis pohon untuk melakukan penghijauan di area sekitar Tol Layang. Jumlah tersebut melampaui dari ketentuan di mana aturan, yakni satu banding lima pohon.(ita)



×


Dewan Bakal Panggil OPD

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar