PAREPARE, BKM — Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Parepare, Taufan Pawe-Pangerang Rahim (TP) kini bisa bernafas lega. Permohonan yang dilayangkan ke Mahkamah Agung (MA) menyusul keputusan KPU setempat yang mendiskualifikasi pasangan TP, akhirnya diterima.
Rivalnya, paslon Faisal Andi Sapada-Asriady Samad (FAS) pun menegaskan kesiapan mereka untuk bertarung dan berhadapan dalam pilwali Parepare.
“Hasil resminya masih kita tunggu. Apakah tetap didiskualifikasi ataupun tidak (kembali dua paslon), kita selalu siap bertarung. Ada atau tidak ada lawan, tim harus tetap bekerja menggalang suara,” jelas Ketua Tim FAS Yasser Latief.
YL mengaku telah menyampaikan kepada tim, relawan dan simpatisan FAS agar tidak terfokus pada gugatan TP atas putusan diskualifikasi oleh KPU. “Kita hanya berharap MA bekerja dengan jujur. Apalagi di bulan ramadan ini. Selebihnya, kita serahkan kepada Allah SWT,” ungkap mantan ketua KPU itu.
Yasser meyakini, tingkat penerimaan dan keterpilihan FAS makin baik. Bahkan diprediksi semakin menanjak jelang hari pencoblosan. Hal tersebut bukan tanpa alasan. Dukungan yang terus mengalir dari berbagai lapisan masyarakat menjadi modal kuat FAS. 22 program unggulan juga diyakini menjadi primadona, lantaran menyentuh langsung kebutuhan utama warga.
Dalam sejumlah kesempatan, Faisal Andi Sapada selalu mengingatkan tim, relawan dan pendukungnya agar tidak terpaku pada kasus diskualifikasi itu. Dia menegaskan, timnya dan segala infrastruktur pemenangan siap bekerja.
“Terus bekerja cerdas. Hindari perselisihan yang tak perlu. Ajak masyarakat bergabung dengan cara cara lembut dan santun,” demikian imbauan FAS.
Sebelumnya, Ketua DPW Nasdem Sulsel Rusdi Masse, juga telah mengimbau tim FAS agar tidak mengendorkan kerja kerja pemenangan. “Progres di Parepare ini paling baik. Jangan sampai kendor. Terus galang suara dengan meraih simpati warga,” tandas RMS di sela kunjungannya ke Parepare beberapa waktu lalu.
Menyusul dikabulkannya permohonan TP oleh MA, KPU Kota Parepare diminta untuk segera menindaklanjuti putusan MA. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Koordinator Bidang Kepartaian DPD II Partai Golkar Kota Parepare Muhammad Yusuf MR, kemarin.
“Saya kira kawan-kawan komisioner KPU adalah seorang negarawan. Tentu patuh pada aturan yang ada, sehingga tidak ada alasan KPU untuk tidak menindaklanjuti putusan MA,” ujarnya.
Menurutnya, putusan MA merupakan keputusan yang berkeadilan. Karena diperiksa, dikaji dan diputuskan oleh hakim agung.
“Kita yakin dengan kapasitas dan integritas hakim agung dengan tenggat waktu 14 hari. Dengan tenggat waktu tersebut kami yakin melahirkan keputusan yang memenuhi harapan kami dari tim TP, dibanding dengan tenggat waktu yang cuma 5 hari di panwas,” terang dia.
Wakil Ketua Tim Pemenangan TP ini juga mengimbau kepada seluruh tim dan relawan untuk terus bergerak dan berjuang memenangkan jagoannya.
“Kami tidak euforia dengan putusan ini. Sesegera mungkin kami bergerak kampanye ke masyarakat yang sebelumnya sudah dipersiapkan antisipasinya,” tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Tim Hukum TP Dede Arwinsyah membenarkan, putusan MA yang mengabulkan gugatan TP.
“Kami sudah dapat informasi dari MA seperti itu (dikabulkan). Salinan putusannya segera kami bawa ke Parepare,” kata Dede.
Kepala Biro Humas MA Abdullah yang dihubungi terpisah, membenarkan MA sudah memutuskan perkara gugatan TP terhadap KPU. Dia mengatakan, jika gugatan TP selaku pemohon dikabulkan MA.
“Iya gugatan pemohon dikabulkan. Putusannya sudah bisa dilihat di website resmi Mahkamah Agung,” kata Abdullah.
Warga Sujud Syukur
Kabar permohonan TP yang dikabulkan oleh MA terhadap putusan KPU Parepare, sudah menyebar hingga ke pelosok. Kebahagiaan tak hanya dirasakan oleh tim, relawan, dan simpatisan. Namun juga bagi warga Parepare. Salah satunya Hasma.
Warga yang berdomisili di RT 01, RW 02 Lontangnge, Kelurahan Watang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki ini menerima kabar dari tetangganya, saat hendak ke masjid salat subuh berjamaah.
Mendengar kabar kemenangan TP, ibu dari dua orang anak ini menangis, bahkan sujud syukur. Matanya memerah, air matanya terus berlinangan. Dia tak henti-hentinya mengucap syukur.
Wanita yang aktif di media sosial Facebook (FB) akhir-akhir ini, mengaku jika dirinya sengaja membuat akun Facebook karena banyak mendengar dari kerabatnya, jika dengan bermedia sosial, dia bisa memberi kontribusi besar atau dukungan terhadap calon wali kota yang dijagokannya. Ia tak lain adalah TP.
“Sengajaka bikin FB karena mauka bela Pak Taufan. Mauka bantui. Bukanjeka saya tim. Saya murni warga Parepare yang menginginkan beliau (Taufan Pawe) kembali jadi wali kota,” tutur Hasma. (smr/rus/b)

