Setelah aku menyatakan menerima cinta Eros, maka dimulailah babak percintaanku dengan suami orang. Karena cinta kami adalah cinta terlarang, maka hubungan ini kami berusaha tutupi.
Hampir enam bulan aku telah menjalani cinta terlarang dengan Eros. Selama itu pula, tidak ada masalah berarti. Malah, aku merasa sangat bahagia. Apalagi, Eros memperlakukan aku dengan sangat baik. Setiap permintaanku, selalu ia penuhi.
Eros pun tidak pernah memarahiku ketika aku berbuat salah. Malah ia menasehatiku dengan baik. Tapi, semua itu kebanyakan melalui telepon saja.
Setahun kemudian aku mulai bosan dengan hubungan seperti ini. Kepada Eros aku meminta untuk segera menikahiku. Apalagi, aku bersama Eros sudah pernah melakukan hubungan suami istri ketika Eros datang ke kampungku.
Setiap malam aku terus memikirkan perjalanan cinta dan hidupku. Aku tidak mungkin hidup selamanya seperti ini menjadi pacar gelap suami orang.
Saat aku mengungkapkan hal ini ke Eros, ia memberiku beberapa pertimbangan. Ia malah memintaku untuk bersabar. Kepadaku, Eros mengatakan, akan segera menikahiku. Tapi, ia belum tahu kapan harus melakukannya karena hubungannya dengan istrinya juga baik-baik saja.
Awalnya aku terima apa yang diinginkan Eros demi hubungan kami. Namun, enam bulan kemudian, aku sudah tidak sabar lagi. Aku ingin Eros segera menceraikan istrinya dan menikahiku.
Tapi, jawaban Eros di luar dugaanku. Jika aku terus memaksa untuk menikahiku, maka ia akan memutuskan hubungannya denganku. Tentu ini bagaikan tamparan bagiku. Apalagi, semuanya aku telah serahkan ke Eros.
Saat itu, akupun mengancam. Jika ia menolak menikahiku, maka aku akan datang ke rumahnya dan menyampaikan kepada istrinya soal hubungan kami selama ini.
Mendengar hal itu, Eros mulai melunak. Ia kembali membujukku untuk tidak melakukan itu. Jika itu dilakukan, maka rumah tangganya bisa hancur.
Aku sudah tidak peduli lagi. Aku tidak ingin tawar menawar lagi. Eros malah mengancam akan membunuhku dan melukai keluargaku.
Rupanya ancaman Eros membuatkan takut. Terus terang aku juga tidak mau keluargaku menjadi korban akibat hubungan terlarangku. Demi kebaikan semua pihak, akhirnya aku memutuskan untuk menyudahi hubunganku dengan Eros, walaupun kehormatanku telah kuserahkan kepadanya. (*)

