pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Polisi Didesak Tangkap Mucikari “Penjual” Perawan ABG

MAKASSAR, BKM — Mustafa, kakek RR siswi SMP di Maros yang keperawanannya dijual ke pria hidung belang seharga Rp700 mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini. Dia meminta agar sindikat mucikari gadis ABG yang kerap nongkrong di lokasi Pantai Tidak Berombak (PTB) di Maros untuk secepatnya diringkus.
“Saya dapat informasi kalau dua wanita yang diduga sebagai mucikari ABG sering berada di PTB. Mungkin mereka sudah lama melakoni pekerjaan haram itu, ” kata Mustafa dengan nada ketus.
Mustafa juga sangat menyayangkan karena wanita IN dan IS yang sebelumnya sempat diperiksa tidak ditahan dalam kasus ini. Polisi hanya menetapkan Andi Nurdin, laki-laki yang dilapor meniduri RR sebagai tersangka.
“Kejadian itu terjadi Kamis 22 Oktober sekitar pukul 23.00 wita malam. Yang kami sayangkan, kenapa dua wanita yang jadi perantara Nurdin memboyong cucu saya justru dibebaskan,” tanya Mustafa.
Terpisah, Kepala Sub Bagian Humas Polrestabes Makassar, Kompol Andi Husnaeni yang dikonfirmasi mengatakan, tim penyidik masih mengembangkan kasus tersebut. Husnaeni menegaskan, dalam kasus ini, polisi telah menetapkan Andi Nurdin sebagai tersangka.
“Kasus ini masih dikembangkan, Sudah ada satu tersangka. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain. Barang bukti yang disita yakni uang tunai Rp 400 ribu, alat kontrasepsi berupa kondom dan pakaian dalam korban,” tegas Husnaeni.
Diketahui, RR (14), siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) jadi korban trafiking setelah keperawanannya dijual seharga Rp700 ribu ke pria hidung belang.
Ikhwal kejadian bermula ketika RR ke tempat rental komputer untuk memprint out tugas sekolahnya.
Setibanya di tempat rental, seorang wanita bernama Indri berboncengan motor dengan seorang pria meminta RR ikut dengannya. Keduanya mengaku disuruh menjemput atas perintah Erna, tante RR. Tanpa rasa curiga, RR pun ikut dengan berbocengan tiga menggunakan motor. Mereka menuju ke Pantai Tak Berombak (PTB) di Maros. Di PTB korban diberi Soft Drink yang ternyata berisi minuman keras.
Setelah dicekok minuman keras, RR pusing dan tidak sadarkan diri. Saat itulah, Andi Nurdin yang mengemudikan mobil datang menjemput RR. RR kemudian disuruh naik di mobil lalu dibawa ke sebuah wisma di Maros. Sebelumnya, Nurdin menyerahkan uang Rp 700 ribu kepada kedua wanita yang menemani RR.
Di wisma, keperawanan RR direnggut. Tidak terima kejadian ini, keluarga korban melapor ke polisi dengan nomor laporan Polisi : LP/2370/X/2015/Polda Sulssel/Restabes Mks, tanggal 23 Oktober 2015. (mat/cha/b)



×


Polisi Didesak Tangkap Mucikari “Penjual” Perawan ABG

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar