GOWA, BKM — Pasca imbauan libur beberapa hari dan perkuliahan kembali dibuka Senin (26/10) kemarin, pihak kampus UIN bersama Polres Gowa melakukan razia bagi mahasiswa kampus yang terletak di Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Razia ini dilakukan guna mengantisipasi tawuran susulan antar mahasiswa di UIN yang telah pecah beberapa hari pekan lalu. Razia sajam (senjata tajam) ini mulai dilakukan Senin hingga beberapa hari ke depan secara acak. Pengawasan ketat ini dilakukan petugas dan pihak otorita kampus disebabkan informasi mengemuka jika potensi tawuran bakal pecah lagi.
Wakil Rektor III UIN, Prof Aisyah Kara, mengatakan razia bagi mahasiswa ibi akan dilakukan secara acak untuk mencegah potensi tawuran lagi.
Prediksi bakal tawuran itu pun diakui Prof Aisyah ketika pihak petugas razia berhasil menyita beberapa barang bukti sajam dari empat mahasiswa berupa badik dan busur di dalam tas mereka.
“Empat mahasiswa sudah diamankan polisi karena membawa sajam dalam tas mereka,” ujar Aisyah, Selasa (27/10) sore.
Keempat mahasiswa itu masing-masing bernama Mahmud (21) dari (Fakultas Adab, Muh Takbir (20) dari Fakultas Syariah, Armayanto (19) dan Sandi Darmawan (20) dari Fakultas Usuluddin.
Hanya saja Darmawan langsung dibebaskan setelah menjalani pemeriksaan di Polsek Somba Opu. Darmawan dibebaskan karena hanya membawa busur tanpa anak panah. Sedangkan tiga rekannya yang lain tetap menjalani pemeriksaan di Polres Gowa disebabkan bukti badik yang mereka bawa.
Prof Aisyah menegaskan perihal masalah tawuran yang telah terjadi dengan sehala dampaknya tetap diserahkannya ke proses hukum. “Kita serahkan semua kepada pihak berwajib. Karena ini merupakan pelanggaran hukum maka harus diselesaikan secara hukum pula,” katanya.
Dikatakan Prof Aisyah, selain proses hukum yang masih berjalan, sanksi dari kampus juga menanti. Prof Aisyah mengatakan sanksi dropout (DO) bisa saja dijatuhkan untuk ketiganya. “Sekarang pihak kami UIN bekerjasama Polres Gowa membentuk tim investigasi untuk menemukan penyebab tawuran yang sebenarnya,” timpalnya.
Kasat Intel Polres Gowa, AKP Surahman yang dikonfirmasi membenarkan jika tiga mahasiswa UIN hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan. “Kita sudah identifikasi akan adanya tawuran susulan, hal itu kemudian dilaporkan ke pihak kampus,” jelas AKP Surahman. (sar-ril/c)
Empat Mahasiswa UIN Diamankan
×

