pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

12 Meninggal, Rp30 Miliar Uang Bank Sulsel Raib

BENTENG, BKM — Pagi di Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba, Selasa (3/7). Jarum jam menunjuk pukul 10.00 Wita.
Deru mesin terdengar. Suara itu berasal dari Kapal Motor (KM) Lestari Maju. Tak lama lagi kapal penyeberangan ini berlayar menuju Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar.
Di atas kapal yang dinahkodai Agus Susanto ini terdapat banyak muatan. Ada barang, kendaraan dan orang. Rinciannya sesuai manifest, kendaraan roda dua 18 unit, roda empat 14 unit, satu unit bus, tujuh truk golongan V, satu bus, tujuh truk golongan VI. Totalnya 48 unit. Sementara penumpang tercatat berjumlah 139 orang.
Di tengah perjalanan, saat berada di perairan Pa’badilang, Desa Bungayya, Kecamatan Bontomate’ne, Kabupaten Selayar, kira-kira pukul 13.40 Wita kapal mengalami gangguan. Air masuk ke dek lantai bawah. Hempasan ombak juga menghantam. Seketika itu kapal miring ke kiri.
Mobil yang ada di bagian dek tersapu dan terseret air laut hingga meninggalkan kapal. Sementara motor mengapung di bagian dalam.
KM Lestari Maju diperkirakan mengalami kebocoran. Mesinnya juga diduga rusak.
Proses kapal yang tenggelam secara perlahan, memberikan kesempatan kepada para penumpang untuk mengenakan jaket keselamatan. Suasana riuh pun terdengar. Mereka meraih jaket berwarna orange dan langsung dikenakan.
Selanjutnya beramai-ramai turun ke laut melalui badan kapal sebelah kanan. Para penumpang itupun berusaha menyelamatkan diri dengan berenang menuju daratan terdekat, yakni Pulau Pa’dilang.
Kepala Pos Basarnas Selayar Michael, mengatakan KM Lestari Maju sandar darurat di Pantai Pa’badilang. Pihaknya bersama potensi SAR lainnya telah melakukan proses evakuasi untuk membawa para penumpang ke darat.
“Informasi saya dapat bahwa penyebab kapal tenggelam karena bocor,” ujarnya singkat, kemarin.
Arfan, seorang warga Selayar memberi informasi terkait KM Lestari Maju yang tenggelam. Kata dia, kapal tersebut bukanlah kapal feri yang biasa digunakan untuk mengangkut penumpang.
“Kapalnya yang tenggelam memang bukan kapal penumpang. Tapi kapal barang. Kondisinya kondisinya sudah tidak layak pakai untuk penumpang,” kata Arfan, Selasa (3/7).
Arfan menyebutkan, jarak dari lokasi kapal itu karam dengan pelabuhan Pamatata sebagai tujuan masih berkisar 10 km. Masih butuh waktu satu jam untuk tiba dan sandar di pelabuhan.
Kapolres Selayar AKBP Syamsu Ridwan yang dikonfirmasi, mengatakan pihaknya masih terus berkoordinasi dengan pihak Basarnas. “Ini kita masih sementara dalam proses evakusi di lokasi kejadian,” ujar Syamsu Ridwan melalui sambungan telepon, kemarin.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Polairud dan Basarnas untuk membantu melakukan upaya evakuasi korban dari lokasi kapal tenggelam. ”Kita fokus pada penyelamatan penumpang yang jadi korban,” terangnya.
Bupati Kepulauan Selayar Basli Ali, mengatakan kapal karam karena terjadinya kebocoran di bagian lambung. Tidak lama setelah itu tim Basarnas, Polres Kepulauan Selayar dan personel TNI tiba di lokasi kejadian.
Informasi terakhir yang diperoleh dari Kapolres Selayar, hingga kemarin sore tercatat ada 12 orang korban meninggal dunia. Mereka adalah H Abd Rasyid (60), warga Benteng, Selayar. Andi Junaeda (50), alamat Bone. St Saerah (50), beralamat Onto. Rosmiati (40), guru SMK Kesehatan Selayar, berdomisili di Jalan Mangga, Benteng, Selayar.
Rajmaeni alias Ati Raja (50), alamat Barat Lambongan. Denniamang (60) berdomisili di Polong. Hj Sakinah, warga Jalan Bulu Lasiang, Sinjai. Nini (30), alamat Bonea, Selayar.
Korban lainnya, seorang perempuan tak diketahui identitasnya yang diperkirakan berusia 70 tahun. Anak laki-laki umur 2 tahun dan anak perempuan umur 3 tahun, keduanya belum diketahui identitasnya. Serta seorang laki-laki tak dikenal beralamat di Pajukukang.

Uang Rp30 Miliar

KM Lestari Maju yang mengalami peristiwa nahas, ternyata membawa uang tunai milik Bank Sulsel. Jumlahnya cukup besar, yakni Rp30 miliar. Dibawa ke Selayar dengan menggunakan mobil. Uang tersebut raib terbawa air laut bersama mobil yang membawanya.
Peristiwa ini mendapat perhatian khusus dari anggota DPRD Sulsel. Mereka mempertanyakan apakah pihak bank telah melaksanakan prosedur tetap (protap).
”Kalau memang itu protap (dikirim melalui jalur laut), perlu ditinjau ulang. Karena risikinya cukup besar. Sudah sejak lama ada pesawat pergi pulang Selayar-Makassar. Bahkan sekarang sudah tiga kali penerbangan. Kenapa bukan itu yang dimanfaatkan untuk pengiriman,” kata Hoist Bachtir, anggota Komisi C DPRD Sulsel, kemarin.
Sebaliknya, anggota Komisi C lainnya Rudi Pieter Goni alias RPG, mengatakan apa yang dilakukan Bank Sulsel sudah sesuai protap. “Sudah sesuai protap. Dana disiapkan sesuai kebutuhan. Serta semuanya tercover asuransi. Saat ini kita doakan penumpang semua selamat. Termasuk pegawai Bank Sulsel dan petugas keamanan yang mengawal dana tersebut,”ujar legislator PDIP Sulsel dua periode ini, Selasa (3/7).
Ketua Komisi C DPRD Sulsel Andi Irwan Patawari menanggapi peristiwa tersebut sebagai duka bagi warga Sulsel. “Yang pertama, saya mengucapkan turut prihatin dan belasungkawa yang dalam atas musibah tersebut. Apalagi sampai menelan korban jiwa,” ujar Irwan.
Terkait transportasi yang digunakan, harus menjadi evaluasi tentang kelayakan kapal untuk operasi. “Soal jumlah dana yang cukup besar dengan menggunakan transportasi laut ini juga harus dipertanyakan kerja sama dengan pihak pengantaran. Bagaimana SOP pengantaran uang dari Bank Sulsel. Menurut hemat saya ini harus dievaluasi,” jelas legislator Partai Demokrat Sulsel dua periode ini.
Humas Bank Sulsel Rahmat Nur Kadir, membenarkan adanya uang Rp30 miliar yang ikut tenggelam bersama KM Lestari Maju.
“Uang itu untuk gaji ASN, untuk dana BOS dan juga untuk dana kas nasabah di sana. Dana itu untuk antisipasi selama satu bulan,” ujar Rahmat Nur Kadir dalam keterangan persnya di Makassar, Selasa sore (3/7).
Terkait pengamanan dalam proses pengiriman, ia mengaku telah sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur). “Dua polisi, satu security, satu staf dan satu orang driver (sopir) mengantar uang tersebut,” terangnya.
Diakuinya, selama ini pengiriman uang biasa dilakukan melalui kapal laut. Dana tersebut melalui kantor cabang yang ada di Bulukumba.
“Untuk selayar, kas titipan Bank Indonesia itu di Bulukumba. Memang selama ini cover dana memang dari Bulukumba,” bebernya.
Kepala Group Treasury Bank Sulselbar Irmayanti Sultan, mengaku belum mengetahui secara pasti kondisi uang Rp30 miliar tersebut. Dirinya belum mendapat informasi dari pihak cabang.
“Kami mengalami kesulitan berkoordinasi dengan kantor cabang di sana,” tandasnya
Informasi terakhir yang di peroleh dari kantor cabang, kondisi kapal itu belum sepenuhnya karam. Masih ada karyawan Bank Sulsel, yakni sopir yang menggelantung di pinggiran kapal. “Sejauh ini kita belum menerima informasi terbaru,” imbuhnya.
Irmayanti menuturkan, semua uang Rp30 miliar yang ikut tenggelam itu telah diasuransikan. “Kami dari manajemen berkomitmen untuk mengusahakan membayar gaji ASN tepat waktu pada esok hari (hari ini),” janji Irmayanti.
Soal pengiriman uang yang biasa dilakukan melalui kapal laut, Irmayanti mengklaim bahwa sejauh ini transportasi teraman itu lewat laut. Karena transportasi untuk ke Selayar itu cukup sulit. “Dan selama ini tidak pernah ada masalah sih,” cetusnya.
Deputi Direktur Bank Indonesia/Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Aryo Setyoso, mengatakan prosedur pengiriman uang dari satu tempat ke tempat lain bisa dilakukan baik darat, laut, maupun udara.
“Iya semua bisa dimanfaatkan. Pengiriman uang oleh bank itu bisa melalui darat, laut, maupun udara,” ujarnya.
Aryo mengatakan, Bank Indonesia pun demikian. “Kemarin waktu kami keliling ke pulau-pulau di Pangkep, ke pulau terpencil, pulau terluar, kami juga gunakan kapal laut,” tambahnya.
Terkait peristiwa ini, Bank Sulselbar pastinya harus melaporkan ke Bank Indonesia.
“Tapi sejauh ini belum ada, karena baru saja kejadiannya. Nanti Bank Sulsel pasti akan melaporkan secara rinci,” tandasnya. (ish-mat-rhm/rus)




×


12 Meninggal, Rp30 Miliar Uang Bank Sulsel Raib

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar