MAKASSAR, BKM — Sejumlah pemimpin redaksi (pemred) media cetak dan elektronik di Makassar diajak bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Gedung Galaktika Lanud Hasanuddin Makassar, Selasa (3/7) sore. Ini adalah kali pertama Jokowi mengajak para pemred di kota ini untuk bertemu.
Beberapa jam sebelum Presiden Jokowi mendarat di Lanud Hasanuddin Makassar setelah terbang dari Kabupaten Wajo usai kunjungannya di Sidrap, Parepare, dan Wajo, seluruh pemred yang diundang telah berada di gedung Galaktika.
Tak lama kemudian rombongan Jokowi tiba menggunakan dua helikopter. Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Mensesneg Pratikno, dan Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi.
Para pemred lalu dipanggil satu per satu masuk ke dalam ruang pertemuan. Semuanya tampak tegang. Tak satupun dari mereka yang memainkan ponsel hanya untuk menghilangkan ketegangan. Sebab, sebelum masuk, semua ponsel dikumpul oleh Paspampres. “Ponselnya kami kumpul dulu ya, supaya tidak ganggu pertemuan,” kata seorang Paspampres sambil meletakkan baki untuk tempat ponsel para pemred.
Begitu masuk ke dalam ruangan, para pemred lalu dipersilakan duduk pada kursi yang dibentuk melingkar sebanyak dua baris. Ada yang duduk di depan dan ada yang di belakang. Jumlahnya sekitar 21 orang pemred.
Beberapa saat kemudian Jokowi masuk ke dalam ruangan. Seperti biasa, mantan gubernur DKI Jakarta ini menggunakan kemeja putih dan celana kain hitam. Sepatunya sporty berwarna merah. Ia duduk di depan para pemred didampingi Mensesneg Pratikno dan Jubir Johan Budi.
“Apa kabar? Saya sengaja bertemu dengan rekan-rekan pemred hanya ingin mendapatkan informasi seputar persoalan infrastruktur di Sulsel. Boleh juga di Indonesia timur. Atau malah skala nasional. Silakan. Ayo siapa yang mau bicara,” kata Jokowi membuka pembicaraan.
Mensesneg Pratikno menyampaikan untuk sesi pertama cukup tiga orang. Pimpinan media yang pertama berbicara adalah pimpinan Celebes TV Andi Suruji. Ia memberikan informasi tentang cadangan energi listrik yang ada di Sulsel yang melimpah. Menurut dia, saat ini yang dibutuhkan Sulsel bukan lagi energi listrik, tetapi investasi yang bisa memanfaatkan energi listrik tersebut.
Setelah Andi Suruji, giliran Pemred Harian Fajar Arsyad Hakim. Arsyad memaparkan terkait nasib kereta api di Sulsel yang proyeknya untuk sementara dihentikan. “Proyek ini sudah berjalan, tapi kita belum tahun nasib proyek ini selanjutnya,” kata Arsyad.
Jokowi pun langsung memberikan respons. “Sebenarnya saya hanya ingin mendapatkan informasi dari teman-teman. Tapi karena ada yang bertanya maka saya jawab,” kata Jokowi sambil tertawa.
Ia pun memberikan tanggapan tentang surplus listrik di Sulsel. Jokowi mengatakan, di awal dia memimpin banyak masyarakat mengeluh karena listrik terbatas. Ia pun merancang sejumlah proyek untuk meningkatkan energi listrik.
“Lebih baik kita surplus listrik dibanding krisis listrik. Sekarang berubah pekerjaan kita yaitu mencari siapa yang akan menggunakan listrik. Bukan lagi mencari sumber listrik,” kata Jokowi.
Soal proyek kereta api di Sulsel, Jokowi mengatakan jika pemerintah lebih dulu memprioritaskan jalur yang penumpangnya jelas. “Misalnya dari pabrik Semen Tonasa di Pangkep hingga ke Makassar. Ini kan jelas penumpangnya, karena ini menyangkut pendapatan PT KAI juga. Jadi proyek ini akan tetap dilanjutkan,” katanya.
Ketika Mensesneg mempersilakan lagi bagi pemred lain berbicara, Wakil Pemred Tribun Timur Tamsil Tahir memaparkan tentang tingginya angka kecelakaan laut dan danau di Indonesia. “Di Sulsel sudah dua kali. Pertama pelayaran rakyat dari Makassar ke Barranglompo, dan hari ini (kemarin) kapal feri tenggelam saat berlayar dari Bulukumba ke Selayar. Sulsel saat ini butuh infrastruktur kapal dan pelabuhan yang memadai untuk mengurangi angka kecelakaan kapal,” kata Tamsil.
Setelah Tamsir giliran Pemred Berita Kota Makassar Muh Arsan Fitri. Arsan fokus tentang persoalan infrastruktur jalan. Arsan menyampaikan tentang kondisi akses jalan dari Masamba, Kabupaten Luwu Utara ke Kecamatan Seko. Menurut Arsan, kondisi jalan menuju ke Seko adalah jalan tanah berlumpur.
“Untuk ke Seko kita butuh waktu yang lama karena jalannya masih jalan tanah berlumpur. Jaraknya dari Masamba sekitar 100 km, tapi kita tempuh 2 hingga 3 hari. Begitu juga jalan menuju Kabupaten Mamasa yang rusak parah dan sampai sekarang belum memadai,” kata Arsan.
Menanggapi hal ini, Jokowi mengatakan jika persoalan jalan, ada urusan pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. “Untuk jalan menuju ke Kecamatan Seko, mungkin itu termasuk jalan kabupaten. Tapi kami akan tetap cek soal jalan ke Seko. Soal jalan menuju ke Kabupaten Mamasa nanti kami cek apakah itu jalan nasional atau jalan provinsi. Kalau itu jalan nasional, maka hari ini juga saya akan perbaiki,” tegas Jokowi.
Terkait kasus kapal tenggelam, Jokowi mengatakan ini memang perlu perhatian serius. Ia meminta seluruh stakeholder perhubungan, utamanya perhubungan laut untuk tetap mengutamakan keselamatan penumpang. Jangan memaksakan kapal berlayar saat cuaca buruk. “Atau memaksakan menaikkan penumpang tidak sesuai kapasitas kapal,” pintanya.
Pertemuan dengan pemred diakhiri dengan foto antara pemred dengan Jokowi. Setelah itu Jokowi meninggalkan ruangan Galaktika menuju pesawat kepresidenan didampingi Penjabat Gubernur Sulsel Sumarsono, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Agus Surya Bakti, Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono, Dan Lanud Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Bowo Budiarto serta Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. (maf)
“Hari Ini Jalan Nasional Rusak, Saya Langsung Perbaiki”
×

