SIDRAP, BKM — Kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di poros Rappang, Minggu (8/7) menyisakan trauma bagi kedua korban pascakejadian.
Pasangan suami istri (pasutri) H Tang (47) dan Hj Rosita (37), penjual emas di Sidrap yang menjadi korban perampokan menjadi trauma. Sebab nyawa dia, istri dan kedua putranya nyaris saja terenggut oleh empat pelaku. Satu diantaranya memegang pistol yang diduga senjata api. Dua lainnya menenteng parang panjang.
Ditemui di kediamannya Jalan Ganggawa, Kelurahan Majjelling Timoreng, Kecamatan Maritengngae, H Tang bersama istrinya menyatakan rasa syukurnya karena berhasil diselamatkan dalam peristiwa tersebut. Pelaku tidak menembaknya dan hanya mengancam menggunakan pistol. Meski begitu, H Tang terluka irisan di bagian tangan kanan, dan bibir robek Hj Rosita.
”Untung saya tidak ditembak, karena sudah mengarahkan pistol ke saya dan istriku. Seandainya saya bawa parang juga, pasti sudah saya lukai pelaku karena sempat saya tendang. Satu orang pelaku terjatuh ke sungai bersama brankas perhiasan emas saya,” tutur H Tang, kemarin.
Kasus inipun sudah dilaporkan ke pihak berwajib, dengan nomor laporan: LP/357/VII/2018/SPKT/SSL/Res Sidrap tertanggal 8 Juli 2018.
H Tang mengaku trauma berat dan belum bisa beraktifitas di pasar pascakejadian. “Saya masih takut ke pasar jualan. Tangan saya dan luka istri saya masih nyeri kena parang pelaku,” ucapnya.
Ketakutan korban cukup beralasan. Sebab pelaku tidak berhasil membawa benda berharga miliknya. Melainkan hanya membawa kabur satu tas warna hitam berisi popok dan pakaian anaknya yang bungsu masih berumur 2 tahun.
“Kami takut pelaku akan kembali mengincar kami, karena mereka hanya membawa kabur tas berisi popok anak kami. Isinya hanya berkisar Rp200 ribu. Tidak ada barang berharga dan uang di dalamnya,” terangnya.
Mengenai brankasnya yang berhasil terselamatkan, menurut H Tang, itu terjadi karena pelaku terjatuh ke sungai. ”Brankas kami memang sangat berat. Tidak bisa diangkat kalau hanya satu orang,” jelasnya.
Sementara itu, pihak Polres Sidrap masih terus memburu pelaku yang diperkirakan berjumlah empat orang. “Saya sudah perintahkan reskrim fokus utama ungkap kasus ini. Karena pelaku menggunakan senjata api dan senjata tajam yang mengancam jiwa orang lain,” terang Kapolres Sidrap AKBP Ade Indrawan di kantornya, kemarin.
Kasat Reskrim AKP Anita Taherong, mengaku masih mendalami ciri-ciri pelaku berdasarkan informasi dan keterangan saksi-saksi.
“Gambaran pelaku sudah ada berdasarkan keterangan saksi. Kami juga masih mencari rekaman CCTV warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Kita berharap itu akan membantu kami untuk mengungkap pelaku,” kata AKP Anita.
Saat ini, Anita belum bisa memastikan apakah senpi yang digunakan pelaku saat memepet mobil Honda HRV milik korban, itu asli atau hanya mainan. ”Itu dugaan kami sementara. Karena di lokasi kejadian tidak ada tembakan. Pelaku hanya menakut-nakuti korban. Tapi semua ini akan terungkap jika pelaku sudah ditangkap,” tandasnya.
Haris, salah seorang warga yang melintas di lokasi kejadian, mengira awalnya percobaan perampokan ini adalah perkelahian. Karenanya, warga sekitar lokasi tidak berani mendekat.
“Saya kira itu perkelahian, karena ada orang acungkan parang. Ternyata perampok berusaha rampas brankas korban. Nanti kami mendekat setelah pelaku kabur, karena korban berteriak,” ungkap Haris. (ady/rus/c)
H Tang: Untung Saya tidak Ditembak
×

