Staf Ahli Kementerian Kesehatan RI dr Atrisellano Robert Johan, mengatakan suhu udara di Tanah Suci saat ini cukup panas. Dia pun meminta jamaah menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji. Juga mlakukan koordinasi atau menghubungi petugas kesehatan terdekat, terutama yang ada di dalam kloter jika mengalami gangguan kesehatan.
“Di setiap kota disiapkan pos kesehatan. Silakan melapor jika mengalami gangguan kesehatan. Kedua, selama penerbangan gunakan untuk beristirahat di pesawat,” katanya.
Selain itu, jamaah diminta untuk menyiapkan obat-obatan di tas kecil agar lebih mudah mengambilnya saat dibutuhkan. Termasuk menyiapkan air mineral dan makanan ringan. Ini untuk mengantisipasi kelaparan atau haus saat harus mengantre lama.
Selama di Arab Saudi, ada beberapa yang harus diperhatikan jamaah. Seperti tidak melakukan aktivitas yang berlebihan di luar kegiatan ibadah haji. Mengenakan masker atau penutup kepala saat beraktivitas di luar ruangan.
“Kalau bisa, perbanyak minum air putih atau air zam zam untuk menghindari dehidrasi. Apalagi suhu di sana sampai 50 derajat. Kalau bisa selalu semprotkan air. Kami sudah siapkan botol penyemprot agar panas tubuh bisa terjaga,” ungkapnya.
Agar terhindar dari penyakit menular, jamaah diminta untuk selalu mencuci tangan sebelum makan. Serta menjaga asupan makanan yang bergizi dan sehat.
”Selain masker dan penyemprot muka, siapkan payung atau topi jika keluar. Dan bagi yang berusia lanjut atau sakit, saat melakukan ibadah tertentu, seperti melontar jumrah, jangan paksakan diri. Sebaiknya diwakili saja,” imbuhnya.
Penjabat (Pj) Sekprov Sulsel Tautoto Tana Ranggina menjelaskan, gelombang pertama akan terbang menuju Madinah untuk menjalankan ibadah Arbain. Setelah itu, secara bertahap diberangkatkan menuju Makkah untuk menjalani proses ibadah haji.
“Kita semua memahami betul bahwa perjalanan yang saudara akan tempuh memakan waktu yang cukup panjang dan tentu saja akan sangat melelahkan. Untuk itu, manfaatkanlah waktu luang selama penerbangan ini dengan baik terutama melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat ibadah,” kata Tautoto.
Dia meminta JCH asal Indonesia, terlebih lagi yang berasal dari Sulawesi Selatan untuk selalu menjaga kebersamaan selama berada di Tanah Suci.
“Kebersamaan sangat dibutuhkan, karena ibadah ini juga memerlukan kerja sama dan kekompakan, ” jelasnya.
Tautoto menyampaikan, saat ini, total waiting list atau daftar tunggu calon jamaah haji Sulawesi Selatan sebanyak 197.027 orang. Jika dikalkulasi, masa tunggu saat ini berkisar 34 tahun.
Dia berharap kepada seluruh calon jamaah haji untuk dapat berdo’a agar pada tahun-tahun mendatang ada penambahan kuota, sehingga masa tunggu untuk Sulawesi Selatan tidak terlalu lama. (rhm/rus)
JCH Diminta Perbanyak Minum Air Putih
×

