UDARA pada sejumlah ruas jalan di Kota Makassar dipenuhi warna putih seperti kabut atau asap, Jumat (10/8). Oleh Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), fenomena itu adalah haze. Apa itu?
Rizky, prakirawan BMKG menjelaskan, perbedaan kabut dan haze terletak pada partikelnya. Jika kabut berpartikel basah, haze partikelnya kering. Haze bisa terjadi karena polutan yang ada di perkotaan.
Haze yang muncul di Makassar ini terjadi karena adanya inversi. Inversi sendiri adalah kondisi di mana suhu bumi mengalami pendinginan yang lebih cepat di permukaannya, sedangkan suhu di atmosfer di atasnya lebih panas. Hal ini yang menyebabkan partikel polutan yang harusnya naik ke atas, tertahan di permukaan bumi.
“Beberapa hari ini memang terjadi inversi di Makassar, sehingga menyebabkan partikel polutan yang harusnya naik ke atas, karena ada inversi, partikel itu tertahan. Sehingga muncul haze yang mirip kabut,” jelas Rizky, kemarin.
Polutan ini bisa disebabkan oleh beberapa asap kendaraan bermotor maupun hasil pembakaran sampah.
Dikatakan Rezky, bahwa di Makassar beberapa hari terakhir, kondisi suhu minimum permukaan adalah 23 derajat celcius. Sedangkan lapisan atmosfer di atasnya mencapai 26,2 derajat celcius. Itu berada di ketinggian 70 meter di atas permukaan tanah. (nug/rus/c)
Putih di Udara Makassar Bukan Kabut, Tapi Haze
×

