DUA gadis manis yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA), diberi kepercayaan untuk menjadi pembawa baki yang berisi bendera merah putih. Keduanya bagian dari pasukan pengibar bendera yang akan bertugas pada HUT ke-73 Kemerdekaan RI di halaman Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka.
Untuk pembawa baki saat pengibaran Sang Saka Merah Putih, terpilih Andi Muthmainnah Arianto. Siswi kelas 11 SMAN 1 Parepare ini awalnya tidak menyangka akan terpilih sebagai pembawa baki.
“Dari segi postur, saya kan tidak terlalu tinggi dari yang lain. Tapi mungkin ada pertimbangan lain sehingga pelatih memilih saya sebagai pembawa baki,” ungkapnya di sela-sela latihan keras yang dilakukan, Rabu (16/8).
Anak dari pasangan Tiome Siagian dan almarhum Andi Arianto Paradmajeng ini berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin agar bisa tampil maksimal dalam mengemban tugas pada puncak peringatan kemerdekaan RI.
Soal dirinya terpilih sebagai pembawa baki disampaikan oleh pelatih tiga hari lalu setelah dilakukan seleksi pada saat pertama kali latihan.
Gadis lain yang cukup beruntung dan dipercaya sebagai pembawa baki pada saat penurunan bendera, yakni Andi Sri Febriyani.
Siswa SMKN 5 Wajo ini juga tidak menduga jika terpilih menjadi pembawa baki tempat bendera merah putih diletakkan.
Lahir dan besar dari keluarga petani, Andi Sri Febriyani berusaha menjadi pribadi mandiri yang bisa menjadi kebanggaan orang tuanya. Di sekolah, dia juga termasuk salah seorang siswi berprestasi.
Keberadaannya di pasukan pengibar bendera menjadi kebanggaan tersendiri bagi dirinya. termasuk keluarga. Apalagi saat ini dipercaya sebagai pemegang baki. Dia berjanji akan melaksanakan tugasnya semaksimal mungkin tanpa ada kesalahan.
Untuk bisa sampai ke tingkat provinsi, perjuangan yang dilaluinya cukup berat. Harus melewati seleksi tingkat sekolah hingga kabupaten. Dia menyadari kesempatan yang saat ini dijalankan menjadi idaman pelajar sepertinya, sehingga anak dari pasangan Ambo Atte-Andi Sartina ini harus sungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas.
Berbeda dengan anggota paskibra lainnya, persiapan dan latihan bagi para pembawa baki, termasuk pengibar bendera akan lebih ketat dan lebih berat. Jika yang lain sudah diperbolehkan istirahat, maka yang mendapat tugas khusus mendapat latihan lebih ekstra lagi.
Menurut koordinator pelatih Paskibra Provinsi Sulsel Marinir Rustam, pasukan pengibar bendera tingkat Sulsel dilatih dan digembleng di kawah candradimuka sejak tanggal 1 Agustus 2018. Mereka semua adalah pilihan, hasil seleksi tingkat kabupaten.
Sebanyak 70 siswa dan siswa perwakilan dari kabupaten/kota di Sulsel digembleng dan dilatih menjadi paskibra. Bukan hanya baris berbaris, fisik dan mental mereka juga dilatih agar kuat. Selama menjalani pelatihan, mereka dikarantina, tak bisa berhubungan dengan dunia luar termasuk keluarga. Kecuali dengan para pelatih dan pembina mereka.
Setiap hari mereka latihan sebanyak dua sesi. Sesi pertama pada pukul 07.30 wita hingga 11.30 wita. Sementara sesi kedua dilaksanakan siang hingga sore hari. (rhm/rus)
Dua Siswi Pembawa Baki di HUT RI ke-73 Tingkat Sulsel Pelajar Asal Parepare dan Wajo yang Terpilih
×

