MAKASSAR, BKM — Jarum jam menunjukkan pukul 02.00 Wita, Rabu dinihari (12/9). Penjaga Masjid Nurul Hidayah Jalan Kapoposang yang sementara tertidur pulas, tiba-tiba terbangun. Mereka mendengar suara gaduh dari luar.
Saat keluar, terlihat api tengah berkobar. Si jago merah tengah mengamuk dan membakar ruko nomor 101 di Jalan Andalas. Toko Agung Jaya yang bagian belakangnya berbatasan tembok dengan Masjid Nurul Hidayah tengah terbakar hebat.
Warga lalu beramai-ramai berusaha memadamkan api di toko yang berjualan alat-alat elektronik itu. Mereka menggunakan alat seadanya, sambil berteriak meminta pemilik toko untuk menyelamatkan diri.
Seorang perempuan muncul di bagian depan bangunan pada lantai dua. Ia diminta untuk menyelamatkan diri. Wanita itu diarahkan agar turun secara perlahan.
Namun karena panik, dia nekat melompat. Akibatnya, kedua kakinya terkilir. Kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Stella Maris.
Tak lama kemudian, di lantai dua ruko terlihat seorang pria dalam kondisi lemas. Dengan nafas terengah-engah ia mencoba memegang kusen bangunan depan ruko miliknya.
Warga mengarahkan dia untuk secepatnya turun. Tapi ia tak menggubrisnya. Malah berbalik menoleh ke arah api yang tengah berkobar di sekelilingnya.
Lelaki itu mencoba untuk menyelamatkan anak perempuannya yang berada tak jauh dari dirinya. Satu tangannya memegang sang putri. Satu lainnya berpegangan di kusen jendela.
Namun apa daya, api yang begitu cepat berkobar langsung menjilat tubuh pria itu. Nyawanya pun tak bisa diselamatkan. Ia menemui ajal bersama anak gadisnya.
Warga terus berjibaku untuk menyelamatkan keduanya. Tapi suara ledakan dari lantai dua, membuat warga yang berada di depan ruko langsung berhamburan.
Aparat Polsek Bontoala tiba di lokasi kejadian tak lama kemudian. Begitu pun dengan mobil pemadam kebakaran.
Tanpa menunggu waktu lama, personel Dinas Damkar bersama aparat kepolisian serta warga bersama-sama memadamkan api. Sebagian petugas damkar mendapat informasi dari warga jika si jago merah menjilat-jilat bangunan sebuah Taman Kanak-kanak (TK), serta plafon Masjid Nurul Hidayah.
Proses pemadaman pun dilakukan dari arah depan dan belakang ruko. Api akhirnya berhasil padam setelah satu bangunan ruko dilalapnya.
Selanjutnya, petugas Polsek Bontoala bersama tim Inafis melakukan proses olah tempat kejadian perkara (TKP). Juga mengumpulkan ketetangan saksi-saksi, serta memasang garis polisi.
Dua orang ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan. Mereka adalah ayah dan anak gadisnya. Yakni Danu Yudi Pramono (52), dan putrinya Tita (16) yang duduk di bangku SMA. Polisi kemudian mengevakuasi jasadnya ke Rumah Sakit Bhayangkara guna diotopsi.
Sementara wanita yang melompat dari lantai dua dan selamat, bernama Anni (49). Dia adalah istri Danu. Karena mengalami cidera, Anni langsung dilarikan ke Rumah Saki Stella Maris guna mendapat perawatan medis.
Kapolsek Bontoala Kompol Saharuddin yang berada di lokasi kejadian, mengaku masih melakukan penyelidikan atas insiden kebakaran tersebut. Pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab pastinya.
”Ada dua korban jiwa. Yaitu anak dan anak perempuannya. Mereka meninggal diduga karena kehabisan oksigen saat terkepung asap tebal di lantai dua rukonya. Satu lainnya selamat dan dirawat di rumah sakit,” jelas Kompol Saharuddin, kemarin.
Seorang saksi bernama Nasrun, warga Jalan Kapoposang menuturkan, awalnya ia melihat asap yang membumbung di lantai tiga ruko. Berama warga sekitar, Nasrun kemudian menuju pintu ruko.
”Saat kebakaran mulai terjadi, terdengar ada ledakan-ledakan kecil di lantai satu bagian belakang ruko. Kita berusaha mendobrak pintu ruko tapi tidak berhasil,” terang Nasrun.
Amin, warga Jalan Urip Sumoharjo yang merupakan sopir angkutan milik Toko Agung Jaya, menyebut korban Danu memiliki tiga orang anak. Masing-masing Wilson, Fenni dan Tita. Saat kejadian, Wilson dan Fenni sedang tidak tinggal bersama orang tuanya. Mereka sementara kuliah di Surabaya.
Menurut Amin, toko tempatnya bekerja ini menjual alat-alat eletkronik dan mekanik. Api tak sampai membakar lantai dasar ruko, Hanya pada bagian lantai dua dan tiga.
Sejumlah kerabat, mengatakan masih menunggu dua anak korban datang dari Surabaya. Mereka meminta agar jenazah ayah dan adiknya tidak usah diotopsi. Sehingga dibuatkan pernyataan penolakan otopsi. Kecuali visum luar.
Sudah 11 Orang Tewas
Terhitung sejak Januari hingga 11 September tahun 2018, peristiwa kebakaran yang telah terjadi di Kota Makassar mencapai 123 kasus. Terbanyak berlangsung pada Agustus dengan 40 kasus dan menghanguskan 72 rumah tinggal.
Data Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar, sebanyak 47 kasus kebakaran yang terjadi disebabkan karena korsleting listrik. Kompor tujuh kasus. Tabung gas enam kasus. Serta pembakaran sampah dan alang-alang 33 kasus.
Adapun rumah tinggal hangus terbakar akibat si jago merah sebanyak 200 unit. Toko kios lima unit. Industri perusahaan empat. Pasar satu, dan hotel tiga.
Sementara korban luka-luka sebanyak enam orang. Korban jiwa 11 orang, dengan jumlah kepala keluarga (KK) 358. Mereka tersebar di hampir seluruh kecamatan di Makassar.
Kepala Bidang (kabid) Operasinal Damkar Kota Makassar Hasanuddin, mengatakan memasuki musim kemarau pada Agustus, terjadi 40 kasus kebakaran . 72 rumah tinggal hangus.
Penyebabnya, korsleting listrik lima kasus, kompor satu kasus, dan pembakaran sampah alang-alang 27 kasus.
“Untuk jumlah korban luka tidak ada. Namun korban jiwa ada 6 orang. Kerugian ditaksir Rp2.825.000.000,” jelas Hasanuddin, Rabu (12/9).
Di awal September, peristiwa kebakaran terjadi 11 kasus yang menghanguskan 13 rumah tinggal dan satu unit hotel. Penyebab terjadinya kebakaran karena korsleting listrik empat kasus. Kompor satu kasus, dan pembakaran sampah alang-alang 3 kasus. Korban meninggal ada lima orang, dan luka-luka tidak ada. Kerugian ditaksir Rp1.550.000.000. (ish-jul-arf/rus)

