MAKASSAR, BKM — Badan Metereologi, Klimoatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Terutama terhadap kemungkinan terjadinya gempa serta dampak tsunami di wilayah Sulsel dan Makassar.
Staf Pusat Gempa Regional (PGR) IV BMKG Makassar Muh Karnaen, menyebut bahwa gelombang air pasang tercatat oleh alat yang disebut tide gauge.
Tide gauge adalah pendeteksi tsunami yang dipasang di perairan untuk mendeteksi adanya gelombang. Bekerja dengan cara mengukur perubahan permukaan laut secara mekanis dan otomatis. Alat ini dapat mengukur pasang surut air laut yang memungkinkan untuk mendeteksi tsunami secara cepat.
“Tide gauge ini terletak di Mamuju. Mencatat adanya gelombang air pasang setinggi 6 centimeter dari permukaan laut,” ujar Muh Karnaen di kantornya, Selasa (2/10).
Untuk wilayah Sulsel, berdasarkan pantauan BMKG, kemungkinan bisa terkena dampak tsunami. ”Untuk Sulsel, ada kemungkinan terkena dampak tsunami. Termasuk Makassar sebelah barat,” jelasnya.
Berdasarkan peta tsunami yang dikeluarkan BMKG, disebutkan pesisir Makassar itu berwarna merah. “Artinya, Makassar bisa berpotensi terkena dampak tsunami. Bukan sebagai sumber gempa dan tsunami,” terangnya.
Tsunami itu, lanjut Karnaen, bisa dari mana saja. ”Di sebelah utara Bali itu kan ada, daerah busur belakang. Memunculkan gempa yang bisa menimbulkan tsunami. Itu di bagian utara Lombok. Seandainya di situ ada tsunami besar, Makassar juga bisa kena,” ungkapnya.
Dampaknya bisa dalam bentuk gelombang besar. Tapi semua tergantung dari besarnya gempa yang terjadi.
”Kalau kekuatan gempanya seperti di Aceh yang mencapai 8 Skala Richter (SR), gelombang tsunaminya bisa sangat besar. Bahkan bisa sampai ke negara lain,” ujarnya memberi perbandingan.
Terkait gempa yang terjadi di wilayah Sinjai dan Bulukumba pada Senin malam (1/11), menurut Karnaen, berpusat di laut sebelah timur Sinjai. Getarannya pada 3,1 SR tidak berpotensi tsunami.
”Untuk gempa yang berpotensi menimbulkan tsunami, itu getarannya minimal 6,5 SR. Tsunami itu terjadi karena adanya pergeseran blok-blok lempengan dan sesar di dasar laut. Kalau di Sulsel ini ada sesar (patahan atau potongan terkecil dari lempengan) yang namanya sesar Walanae. Sesar ini terdapat di wilayah Soppeng, sebelah barat Sinjai, Bone, Bulukumba dan sampai ke Selayar,” bebernya.
Khusus di wilayah Palu, lanjut Karnaen, kemarin tercatat terjadi 330 gempa susulan. Namun skalanya relatif kecil.
Gempa di Lutim
Pada hari Selasa (2/10) pukul 17.45 Wita, wilayah Luwu Timur diguncang gempa bumi tektonik. Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa memiliki magnitudo 4,8. Episentrum terletak pada koordinat 2,10 LS dan 121,09 BT. Tepatnya berlokasi di laut pada jarak 54 km arah barat laut Luwu Timur pada kedalaman 10 km.
”Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa bumi dangkal ini terjadi akibat aktivitas sesar Matano. Guncangannya dirasakan di Sorowako. Gempa ini tidak berpotensi tsunami. Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi BMKG,” ujar Joharman, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, semalam.
NA Ditelepon Megawati
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengemukakan, Sulsel secara bertahap akan terus mengirimkan bantuan ke Palu dan Donggala. “Besok (hari ini) akan ada bantuan lagi yang akan kita kirim. Sebanyak 200 truk. Paling banyak air minum,” jelasnya.
Nurdin mengaku baru saja dihubungi Ketua Umum PDIP Perjuangan Megawati Soekarnoputri, supaya mengutamakan pengiriman air minum di lokasi bencana.
“Tadi (kemarin) Bu Megawati telepon saya. Minta supaya air minum dikirim ke lokasi bencana. Bayangkan, Ibu Megawati perhatiannya luar biasa,” jelas Nurdin.
Sementara itu, sebagai bentuk respon terhadap bencana gempa dan tsunami Palu/Donggala, Universitas Hasanuddin telah mengaktifkan unit-unit respon cepat. Selain menurunkan tenaga medis dari berbagai unit (Fakultas Kedokteran, Rumah Sakit Unhas, Tenaga Bantuan Medis), tim relawan Unhas juga bahu membahu memberikan bantuan terhadap korban yang dievakuasi ke Makassar. Termasuk menyiapkan Gedung Pertemuan Alumni (GPA) Unhas yang lokasinya berdekatan dengan Rumah Sakit Regional Wahidin Sudirohusodo.
Gedung ini dijadikan posko untuk menampung sumbangan masyarakat berupa bahan makanan dan pakaian untuk diteruskan kepada korban gempa yang dirawat di berbagai rumah sakit.
Unhas Kirim 1 Ton Bakso
Unhas kembali menurunkan bantuan bahan makanan berupa 1 ton bakso, Selasa (2/10) yang diproduksi oleh unit bisnis Maiwa Breeding Center (MBC) Fakultas Peternakan Unhas.
Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, secara langsung menyerahkan bantuan kepada Satuan Tugas Penanganan Gempa Palu/Donggala di Makassar.
Penyerahan yang berlangsung di Lanud Hasanuddin diterima oleh Komandan Satgas Letkol Kav Mardi Ambar Fajaryanto, yang juga merupakan Dandim 1422 Maros.
Turut hadir pada penyerahan ini Dekan Fakultas Peternakan Prof Dr Ir Lellah Rahim, Danrem 141/TP Kolonel Inf Suwarno, dan Kolonel Penerbang Irwan P dari Lanud Hasanuddin.
Bantuan ini diberangkatkan ke Palu dengan pesawat Hercules. Dua dosen Fakultas Peternakan Unhas turut serta untuk mengkoordinasikan distribusi bantuan ini kepada masyarakat korban bencana.
Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu menyampaikan keprihatinan atas kondisi yang terjadi di Palu dan Donggala.
“Kita melihat di televisi dan dari laporan tim kita yang ada di sana. Kondisi begitu memprihatinkan. Selain korban meninggal, yang perlu menjadi perhatian adalah korban selamat. Mereka butuh makan. Maka, kami berinisiatif mengirimkan bahan makanan yang bisa langsung disantap, tidak perlu proses pengolahan. Bakso daging yang diproduksi Unhas ini dapat langsung dimakan, dan bisa tahan selama 3 hari. Kami mengemasnya secara khusus,” kata Prof Dwia.
Dekan Fakultas Peternakan Unhas Prof Lellah Rahim, mengatakan tim MBC mempersiapkan bakso ini sejak Senin sore Selasa pagi. Diharapkan bantuan yang tidak seberapa ini dapat membawa berkah dan meringankan sedikit penderitaan korban bencana.
Terima Pelajar Pindahan
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah juga mengeluarkan kebijakan untuk menerima siswa maupun pelajar SMA dari Palu yang ingin pindah bersekolah di daerah ini.
Mantan bupati Bantaeng dua periode itu menegaskan, sekolah tidak boleh menolak pindahan dari Palu dalam situasi seperti ini. Kecuali sekolah yang bersangkutan kuotanya penuh.
“Pasti kita akan terima. Mereka harus tetap sekolah. Kebijakan kita itu,” tegasnya, Selasa (2/10).
Mereka yang ingin pindah ke Sulsel tidak perlu menggunakan surat pindah. Yang penting ada tanda pengenal yang menandakan yang bersangkutan sudah kelas berapa.
“Jadi mereka dipersilakan memilih sekolah apapun yang diinginkan. Itu harus kita akomodir. Itulah sumbangsih kita. Kalau sekolah yang dituju penuh, kita akan carikan tempat. Tanggung jawab Pemprov Sulsel itu harus sekolah,” ujarnya.
Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Husain Syam, menegaskan pihaknya siap menerima mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) yang hendak pindah. Mereka akan diterima melalui program transfer kredit mata kuliah pada program studi apa saja yang sesuai, tanpa kompensasi apapun. (mat-rhm/rus)

