MAKASSAR, BKM — Kamera pengintai alias CCTV (Closed Circuit Television) kini banyak bertebaran di Kota Makassar. Semuanya aktif dan dipantau langsung melalui war room yang berada di balai kota.
Pemerintah kota juga telah menerbitkan perwali terkait penyediaan CCTV di gedung. Siapapun yang membangun gedung, harus memasang minimal dua unit CCTV. Salah satunya mengarah ke ruang publik. Tujuannya untuk mengurangi tindak kriminalitas.
Namun siapa sangka, kehadiran CCTV dalam jumlah banyak itu tak memenuhi ekspektasi. Angka kejahatan malah mengalami peningkatan dibanding sebelum banyaknya CCTV terpasang.
Setidaknya, hal itu diperoleh dari Kepala UPT War Room Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar Yamlikh Azikin. epada BKM, Kamis (11/10), Yamlikh menyebut, jika sebelum terpasang CCTV, tindak kejahatan di Makassar hanya sekitar 215 kasus kejahatan per tahun. Sekarang, CCTV telah terpasang di mana-mana, malah meningkat menjadi sekitar 500 kasus kejahatan per tahun.
Namun, dari sisi jumlah kasus yang terselesaikan dengan adanya CCTV, mengalami peningkatan. Dulunya hanya sekitar 10 sampai 15 kasus yang terselesaikan. Artinya hanya sekitar 5 persen.
”Sekarang, dari 500 kasus, ada sekitar 200 kasus yang berhasil diselesaikan. Artinya, setelah ada CCTV, penyelesaian kasus tindak kejahatan meningkat menjadi sekitar 40 persen,” jelas Yamlikh.
Untuk hal meningkatnya tindak kejahatan sendiri, Yamlikh mengatakan ada beberapa faktor. Salah satunya adalah faktor penduduk. Di mana Makassar adalah kota tempat berkumpulnya masyarakat di Indoneaia Timur. Sehingga jumlah penduduknya pun cenderung meningkat. Kondisi itu berdampak pada jumlah tindak kejahatan yang terjadi.
“Tapi rata-rata tindak kejahatan yang terjadi bukan di pusat kota. Sekarang sudah sangat jarang kejahatan di pusat keramaian. Rata-rata pelaku melakukannya di pinggiran kota, yang tidak terjangkau CCTV kami,” jelas Yamlikh.
Yamlikh mengakui, saat ini masih ada sedikit kesulitan untuk memasang CCTV di semua sisi kota. Alasannya, karena dana APBD yang tidak mencukupi.
“Kita terus berusaha merealisasikan pengadaannya. Saat ini kita terus mencari CCTV yang sesuai dengan anggaran. Termasuk saat ini kami juga lagi mengusahakan pengadaan CCTV dengan teknologi pengenal wajah,” tambahnya.
Pemerintah kota sendiri, dikatakan Yamlikh, juga telah membangun kesepakatan dengan pihak kepolisian. Untuk kepentingan keamanan, pemkot telah mengintegrasikan CCTV yang dimiliki dengan Call Centre 112.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, mengakui bahwa kehadiran CCTV sangat bermanfaat dalam mengungkap peristiwa kejahatan. ”Dengan terpasangnya CCTV di Makassar akan sangat maksimal dalam membantu mengatasi tindak kejahatan dan kekerasan,” ujar Dicky, Kamis (11/10).
Rekaman CCTV, kata dia, bisa dijadikan alat bukti bagi kepolisian dalam mengusut sebuah peristiwa kejahatan. Mempermudah mengidentifikasi nomor plat kendaraan serta pelaku. Juga memudahkan petugas lalulintas dalam memantau kemacetan, serta pengendara yang melakukan pelanggaran.
Ditanya soal masih banyaknya aksi kejahatan yang terjadi meski CCTV bertebaran, Dicky mengatakan kalau tidak semua lokasi terpantau kamera pengintai. (nug-mat/rus)
Kriminalitas Meningkat Meski Banyak CCTV
×

