pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

PIL jadi Orang Ketiga di Rumah Tanggaku

Tak kusangka, suamiku yang terlihat macho, normal, dan penyayang keluarga menderita kelainan seks alias biseks. Selain menyukai perempuan, ternyata dia juga penyuka sesama jenis.

Perwakinanku dengan sang suami baru berumur tiga tahun dan telah dikaruniai satu orang anak. Namun harus porak poranda lantaran kehadiran orang ketiga. Yang sangat menyakitkan dari kehadiran orang ketiga itu, bukan karena wanita idaman lain (WIL) melainkan pria idaman lain (PIL).
Tentu saja hatiku hancur sehancur-hancurnya. Aku tak menyangka jika sang suami punya kelainan seks yang menyimpang.
Namaku Rere (samaran). Usiaku 25 tahun. Menikah dengan Joko (samaran), yang terpaut dua tahun lebih tua dariku.
Kami menikah tiga tahun lalu dalam kondisi saya lagi hamil. Yah, saya dan suami pacaran selama enam bulan sebelum menikah. Karena hubungan kami terlalu jauh saat memadu kasih, aku kecelakaan alias hamil di luar nikah. Otomatis saya meminta pertanggungjawaban Joko.
Dia kukenal sebagai sosok lelaki tulen nan perkasa. Bagaimana tidak, baru seminggu pacaran, dia sudah menghipnotisku dengan belaiannya sehingga aku secara sukarela memberikan kegadisanku padanya. Namun sayang kami kecolongan yang menyebabkanku hamil. Beruntung dia mau bertanggung jawab. Diapun dengan mudah diterima di tengah keluargaku yang cukup teguh memegang nilai-nilai agama kendati di awal perkawinan kami menimbulkan kesan kurang baik dengan kehamilanku. Apalagi, dari segi pekerjaan dia sudah cukup mapan.
Di usianya yang cukup muda waktu itu, Joko sudah menjadi supervisor di salah satu hotel terkenal di daerah ini.
Di awal-awal perkawinan, saya merasa sangat bahagia. Nafkah lahir dan bathin tidak pernah kurang. Apalagi ketika saya melahirkan anak lelaki yang lucu saat usia perkawinan kami enam bulan. Kebahagiaan kami terasa sangat lengkap.
Sebelum menikah denganku, Joko memiliki seorang sahabat, Raymon (nama samaran) yang sebaya denganku. Dia juga bekerja di tempat yang sama denganku. Bagi suamiku, Raymon yang kami sapa Ray merupakan sudah menjadi adik dan sahabat. Hubunganku dengan Ray cukup baik dan akrab. Malah dia juga sudah kuanggap bagian dari keluarga.
Saat masih pacaran, Ray yang penampilannya agak kemayu kerap nginap di rumah suamiku. Dia seorang anak rantau dari Manado yang tidak punya sanak saudara di kota ini. Kendati punya kos-kosan, namun dia lebih betah tinggal di rumah suamiku. Ray sangat rajin dan jago memasak. Sehingga suamiku suka dengannya. Setelah menikah, Ray masih kerap nginap di rumah kami kendati tidak sesering dulu, saat kami masih berpacaran. Dia sudah punya kamar tetap di rumah kami yang bisa ditempatinya kapan saja dia mau.
Namun, kadang saya bertanya-tanya dalam hati, kenapa suamiku sangat memperhatikan Ray. Kadang di depanku, Joko menelpon Ray berjam-jam untuk membicarakan hal yang tidak terlalu penting. Jika saya protes, suami cuma bilang, Ray itu sudah dianggap adik kandungnya. Apalagi, dia tidak punya sanak saudara disini. Atau jika Ray sakit, suamiku bisa sangat panik. Dia yang mengantar ke dokter dan merawatnya. Lagi-lagi, alasan suamiku, karena Ray tidak punya keluarga disini. Akupun tidak banyak bertanya lagi. Apalagi, Ray juga sangat baik dan perhatian terhadap diriku dan anakku. (rhm/cha/b)



×


PIL jadi Orang Ketiga di Rumah Tanggaku

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar