MAKASSAR, BKM — Dua petahana kepala daerah dilantik untuk kedua kalinya, Rabu (31/10) di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel. Masing-masing Wali Kota Parepare Taufan Pawe, dan Bupati Enrekang Muslimin Bando.
Berbeda pada periode pertama menjabat, keduanya dilantik dengan pasangan baru. Taufan Pawe di periode keduanya berpasangan dengan Wakil Wali Kota Pangerang Rahim. Sementara Muslimin Bando dengan Wakil Bupati Asman.
Dua pasangan kepala daerah terpilih itu dilantik oleh Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah mewakil Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Disaksikan ratusan tamu undangan. Pelantikan berjalan cukup sederhana. Hanya orang-orang terdekat para kepala daerah seperti keluarga, kepala OPD masing-masing, Forkopimda, serta kepala OPD lingkup Pemprov Sulsel yang meghadiri pelantikan tersebut.
Kepada kepala daerah yang dilantik, Nurdin menekankan pentingnya sinergitas dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulsel. Sebab, beberapa program strategis Pemprov Sulsel bakal dilaksanakan di kabupaten/kota.
Dia mengatakan, pekerjaan rumah paling besar yang saat ini dihadapi bersama adalah soal pengangguran dan kemiskinan. Problematika ini bisa diselesaikan jika provinsi dan kabupaten/kota bisa bersatu padu.
“PR yang paling besar adalah pengangguran dan kemiskinan. Ini bisa kita selesaikan jika kita bersatu padu,” ungkap Nurdin.
Dia menekankan, salah satu agenda yang masuk dalam program 100 harinya sebagai gubernur adalah bagaimana Sulsel bisa menjadi provinsi yang ramah investasi. Provinsi tidak bisa jalan sendiri untuk mewujudkan itu tanpa bantuan kabupaten/kota.
Khusus dua daerah ini, beberapa program prioritas gubernur akan dijalankan. Seperti pembangunan rest area yang ditargetkan 10 titik di Sulsel. Salah satunya akan ditempatkan di Kabupaten Enrekang. Sementara di Parepare akan dibangun rumah sakit (RS) regional.
Nurdin menyebutkan Kota Parepare merupakan kota jasa, sehingga butuh dukungan infrastruktur. Salah satunya bidang kesehatan. Ke depan bersama wali kota, pihaknya akan mendorong sektor pariwisata dan pendidikan di Parepare.
Gubernur Prof Nurdin Abdullah, mengatakan dirinya akan membangun enam RS regional. Ini untuk mendekatkan layanan kesehatan ke daerah, sehingga tak terpusat lagi di Kota Makassar.
“Di Parepare itu sudah ada rumah sakit yang memakai APBN (RS Ainun Habibie). Dari pada mubasir dan tidak terlanjutkan, kita punya program rumah sakit regional kenapa tidak dilanjutkan supaya segera digunakan, sehingga tak butuh biaya besar,” ungkapnya.
Untuk rest area di Enrekang, sudah ada beberapa lokasi yang ditawarkan oleh Pemkab Enrekang. Nurdin berharap pemkab menyiapkan lahan sekitar 5-7 hektare untuk pembangunan rest area.
“Disamping tempat berhenti dan istirahat, rest area bisa menjadi tempat tumbuhnya UKM baru. Sepanjang perjalanan ke Toraja banyak kios kecil. Ini kita ajak untuk masuk ke rest area dengan menghadirkan kuliner khas daerah,” jelas Nurdin.
Mantan bupati Bantaeng ini mencanangkan Enrekang sebagai kabupaten pusat pengembangan holtikultura, terutama sayuran, peternakan, dan perkebunan kopi.
Sebagai upaya mendukung pengembangan daerah, gubernur berjanji akan menyelesaikan masalah infrastruktur. “Kami akan fokus menyelesaikan infrastruktur jalan provinsi selama tiga tahun. Ini untuk mempercepat akselerasi ekonomi daerah,” ungkapnya.
Bupati Enrekang Muslimin Bando, mengaku telah menyiapkan tiga alternatif pembangunan lokasi untuk rest area. Yakni Kota Enrekang, kawasan Kebun Raya Massenrempulu, dan sekitar Gunung Nona.
“Kami sudah bicarakan dengan Pak Gubernur. Kita kasih tiga pilihan ini. Jadi nanti penjual dan UKM yang ada di sekitar rest area akan kita ajak masuk dan bergabung,” kata Muslimin.
Hal yang sama diungkapkan oleh Wali Kota Parepare Taufan Pawe. Pihaknya menawarkan RS Ainun Habibie untuk dikembangkan sebagai rumah sakit regional. (rhm/rus)
Ajakan Bersatu Atasi Kemiskinan dan Pengangguran
×

