MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah dijadwalkan melantik bupati/wakil bupati Kabupaten Jeneponto dan Sidrap pada Senin (31/12) pekan depan. Mereka adalah Dollah Mando-Mahmud Yusuf sebagai bupati/wakil bupati Sidrap, dan Iksan Iskandar-Paris Yasir sebagai bupati/wakil bupati Jeneponto.
Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Sulsel Hasan Basri Ambarala, mengatakan pemilihan tanggal 31 Desember mengikut pada akhir masa jabatan (AMJ) bupati Jeneponto. Sementara untuk Kabupaten Sidrap, AMJ-nya telah berakhir 18 Desember lalu.
“Jadi untuk sementara di Sidrap, kita tunjuk sekretaris kabupaten sebagai pelaksana harian (plh) sampai pelantikan. Kita tidak ingin ada kekosongan pemerintahan (vakum of power),” katanya saat ditemui di kantor gubernur, Kamis (27/12).
Pelantikan kedua kepala daerah ini, sesuai jadwal akan dilakukan pukul 08.30 Wita. Untuk tamu undangan, masing-masing daerah telah diberi sebanyak 200 undangan.
“Ruang Pola punya batas sampai 500 orang. Makanya kita batasi 200 orang setiap kabupaten. Kalau ada yang datangkan massa lebih, silakan menunggu di luar ruangan,” jelas Ambarala.
Hasan menyebutkan, sesuai rencana Bupati Petahana Jeneponto Iksan Iskandar, akan membuat hajatan makan besar di Lapangan Upacara Kantor Gubernur, tepat di depan Ruang Pola yang menjadi lokasi pelantikan.
Kegiatan ini telah disampaikan pihak Pemkab Jeneponto saat rapat persiapan pelantikan beberapa waktu lalu. “Kita setujui, asalkan tidak menganggu keamanan dan ketertiban. Rencananya sekitar 1.000 orang akan hadir di situ,” ungkapnya.
Selanjutnya, untuk pelantikan gelombang IV, diikuti dua daerah. Yakni Kabupaten Wajo dan Luwu. Pelaksaannya sekitar bulan Februari 2019. Kemudian pelantikan bupati Pinrang tanggal 25 April 2019 sendirian.
Terakhir pelantikan pejabat (pj) wali kota Makassar pada tanggal 9 Mei 2019. Masa jabatan penjabat wali kota cukup lama, yakni 1,5 tahun. Atau sampai pelaksanaan pilwali tahun 2020.
Siap 100 Persen
Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Pemkab Sidrap Andi Safari, mengatakn saat ini seluruh alat kelengkapan untuk pelantikan sudah siap. Mulai dari baju seragam bupati dan wabup hingga seluruh atribut yang dibutuhkan.
”Sudah siap 100 persen. Ini kan perhelatan biasa. Tidak aneh dan tidak unik. Tapi, biasanya pelantikan itu diupacarakan. Bahklan dilaksanakan sidang paripurna setelah dilantik oleh gubernur. Sekarang pelantikan ditarik ke ibukota provinsi oleh gubernur mewakili presiden dan bisa disekaliguskan,” jelas Andi Safari, Kamis petang (27/12).
Usai pelantikan di Ruang Pola Kantor Gubernur, Dollah Mando bersama Mahmud Yusuf akan mengikuti rapat paripurna di DPRD Sidrap pada 5 Januari 2019.
“Itu jadwal paripurnanya di DPRD pada tanggal 5 Januari pagi. Kemudian dilanjutkan ramah tamah pejabat SKPD lingkup Pemkab Sidrap bersama Forkopimda dan masyarakat pada malam harinya. Semua panitia sudah melaksanakan tugasnya masing-masing,” ujar Andi Safari. (rhm-ady/rus)

