pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Enam Sekeluarga Disapu Longsor, Hanya Satu Selamat

GOWA, BKM — Di sebuah ruangan Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, Rabu (30/1). Seorang perempuan terbaring lemah di tempat tidur.
Badannya ditutupi dengan dua lembar sarung. Di tangan kirinya terpasang selang infus. Pada dahi sebelah kanan terdapat perban warna putih menutupi luka.
Wanita itu adalah Sayani (27). Warga Dusun Kampung Beru, Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa. Ia menjadi salah satu korban selamat dalam bencana tanah longsor yang menimpa wilayah tempat tinggalnya, Selasa (22/1).
Apa yang dialami Sayani begitu tragis. Sebab lima anggota keluarganya menemui ajal dalam peristiwa tersebut. Mereka adalah suami, ayah mertua, serta tiga anaknya. Semuanya hilang kala bencana melanda.
Pascakejadian, satu persatu dari mereka berhasil ditemukan. Namun dalam kondisi sudah tak bernyawa.
Anak sulungnya yang berusia 13 tahun, dan si bungsu yang berusia 2 tahun ditemukan pada Selasa sore (22/1). Disusul jasad suami dan mertua Sayani yang didapat pada hari Rabu siang (23/1). Sementara anak keduanya yang berusia 8 tahun, hingga kini belum juga ditemukan.
Lebih memiriskan lagi, karena anak bungsunya itu terlepas dari dekapannya saat menggendongnya untuk berlari menyelamatkan diri keluar dari dalam rumah. Sayati melakukan hal itu sesaat setelah mendengar teriakan suami dan ayah mertuanya yang menyuruhnya untuk segera lari.
Kondisi Sayani sendiri saat ditemukan cukup memilukan. Hanya bagian kepalanya yang menyembul ke permukaan. Sementara seluruh badannya tertimbun materian tanah longsor.
”Mungkin waktu pertama kali longsor, tubuhnya sempat tertimbun tanah. Tapi karena hujan terus menerus di lokasi, membuat tanah yang menutupinya mengalir sedikit demi sedikit. Hingga kemudian bagian kepalanya muncul dan bisa cepat ditolong,” ungkap Mardiati, Sekretaris Desa (Sekdes) Mangempang yang membawa Sayani ke RSUD Syekh Yusuf untuk mendapatkan perawatan intensif.
Sesaat setelah Sayani ditemukan, ia kemudian dirawat di Mardiati. Selama dua hari korban berada di rumah sekdes, yakni Selasa dan Rabu (22-23/1).
”Kebetulan antara rumah saya dengan rumah Sayani berdekatan. Bersyukur longsoran tidak kena rumah saya. Hanya rumah sebelah kiri dan kanan yang kena. Termasuk rumah Sayani,” jelas Mardiati.
Sayani dibawa ke RSUD Syekh Yusuf pada Kamis (24/1). Luka yang dialaminya cukup parah. Bagian dalam kepala terindikasi terluka karena terbentur batu. Sedang kaki kirinya mengalami patah. Kedua tangannya luka-luka akibat sapuan material longsor.
“Sekarang kondisinya agak mendingan. Tapi masih sangat susah untuk diajak bicara. Dia lebih banyak diam. Kalaupun bereaksi, hanya menangis. Dia trauma dan sangat syok. Dia butuh istrahat yang agak lama,” terang Mardiati lagi.
Rencananya, lanjut Mardiati, kemarin Sayani akan menjalani operasi pada bagian kepala akibat luka dalam. Namun, tim dokter urung melakukannya. Karena HBnya (hemoglobin) menurun. Kalau bicara dia hanya pakai isyarat tangan maupun mata. Tatapan matanya kosong. Tidak bertenaga,” jelas Mardiati.
Sementara kaki kiri Sayani yang mengalami patah tulang, kata Mardiati, tim dokter yang menanganinya juga berencana untuk mengoperasinya. Namun belum dilaksanakan, karena tim medis masih melakukan penanganan intensif terhadap Sayani.
Dituturkan Mardiati, longsor yang terjadi di wilayahnya berlangsung begitu cepat. Dimulai pada pukul 10.00 hingga 14.30 Wita, suasana Dusun Kampung Beru begitu mencekam. Suara gemuruh pergerakan longsoran tanah terdengar sangat keras.
Pada sore hari usai tanah longsor menerjang, tubuh Sayani berhasil ditemukan. Kepalanya menyembul, dan badannya tertutup lumpur yang tersapu air hujan.
”Sayani kini sebatangkara. Kedua orangtuanya sudah tidak ada. Ibu mertuanya juga sudah lama meninggal. Sementara mertua laki-lakinya jadi korban tanah longsor, bersama suami dan anak-anak Sayani. Semoga anaknya yang kedua bisa segera ditemukan,” terang Mardiati.
Selama merawat Sayani, Mardiati sudah sempat berbicara sedikit dengannya ketika mulai sadar. Namun, tidak banyak yang bisa disampaikannya.
”Waktu kejadian longsor, ketiga anaknya berada dalam rumah bersama Sayani. Tiba-tiba dari luar rumah ayah mertua dan suaminya berteriak. Assuluko…longsoroki…(keluar…longsor….),” jelas Mardiati mengutip ucapan Sayani.
Belum selesai teriakan keduanya, Sayani bergegas meraih anak bungsunya dan menggendongnya. Bersama dua anaknya yang lain, mereka berlari keluar. Setelah itu, Sayani tak lagi mengingat apa-apa.
Direktur RSUD Syekh Yusuf dr Salahuddin, mengatakan pihaknya terus mengontrol kondisi pasien Sayani. ”Kalau untuk rencana operasi yang akan dilakukan, tergantung kondisi pasien. Jika memungkinkan, luka dalam di kepala akan dioperasi. Begitu juga kakinya yang patah. Tapi kalau hasil diagnosanya tidak terlalu berat, maka operasi tidak dilakukan,” terang dt Salahuddin, kemarin. (sar/rus)



×


Enam Sekeluarga Disapu Longsor, Hanya Satu Selamat

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar