pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ibu Muda Diduga Dibunuh

BANTAENG, BKM — Berita kematian Desi Ananda Kasih (25), menyesakkan hati keluarga besar Ulil Amri, warga Jalan Kartini, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Minggu (25/2).
Ditemui di rumah duka, Senin (25/2), Ulil Amri, ayah almarhumah mengungkapkan, putri bungsunya dari dua bersaudara, berangkat ke Jeneponto, Minggu pagi pukul 06.00 Wita dalam keadaan segar bugar.
Ulil menceritakan, Desi (sapaan almarhumah), pamit ke Jeneponto menuju Desa Parambu, Kecamatan Batang, Jeneponto. Pukul 12.15 Wita, suami Desi bernama Faisal menelpon Dian, kakak kandung Desi.
Melalui ponsel, Faisal meminta Dian untuk menjemput Desi. “Dia bilang ke kakaknya almarhumah, kijemputki Desi kak karena dia mengamuk,” terang Ulil.
Tak berselang lama, lanjut Ulil, Dian berangkat ke Jeneponto. Dalam perjalanan, Dian dituntun Faisal menuju kampung di mana Desi berada. Anehnya, lanjut Ulil, sebelum berbelok ke Parambu, Dian mendengar ada suara tangisan dalam durasi percakapannya dengan Faisal.
Setibanya di rumah yang dialamatkan Faisal pada pukul 14.30 Wita, dada Dian sesak. Darahnya seolah berhenti. Betapa tidak. Adik semata wayangnya yang dikabarkan Faisal mengamuk, ternyata sudah terbujur kaku tak bernyawa.
Di TKP, Dian mendapat informasi, bahwa Desi bunuh diri dengan cara gantung diri menggunakan sarung. Mayat Desi berada di rumah Risal Daeng Sijaya, teman Faisal.
Dengan hati yang gundah gulana, Dian menelepon ayahnya dan mengabarkan keadaan Desi. Keluarga Desi menuju TKP dengan membawa mobil ambulance.
Mayat Desi selanjutnya dipulangkan ke Bantaeng. Namun tidak langsung ke rumah duka, melainkan menuju kamar jenazah RSUD Prof Anwar Makkatutu untuk divisum. Sebelumnya, tim forensik Polres Jeneponto telah memeriksa mayat Desi di TKP.
Menurut Ulil, pihak Polsek Batang yang turut mengantar mayat putrinya ke Bantaeng, menawarkan agar jasad Desi diotopsi. “Kemarin (Minggu pukul 17.30 Wita), polisi dari Batang tawarkan otopsi, tapi saya tolak”, akunya.
Namun, dipaparkan Ulil, sekitar pukul 20.00 Wita Minggu malam, mayat Desi hendak dimandikan. Oleh keluarga, tiba-tiba histeris menyaksikan beberapa luka lebam di tubuh Desi. Akhirnya, kata Ulil, atas mufakat keluarga, dia merelakan putrinya diotopsi.
Ulil mengatakan, luka lebam antara lain terdapat di dada bawah leher, punggung, kedua lengan, dan punggung tangan seperti bekas dijerat tali. Kuat dugaan Desi dibunuh.
Kapolres Bantaeng AKBP Adip Rodjikan, berkunjung ke rumah duka dan menyatakan prihatin. Kapolres mendukung langkah keluarga mengizinkan otopsi.
Bupati Bantaeng H Ilham Syah Azikin, meminta Direktur RSUD Anwar Makkatutu Dr Sultan untuk menyiapkan fasilitas tim forensik Polda Sul Sel yang akan melakukan otopsi. (wam/rus/b)



×


Ibu Muda Diduga Dibunuh

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar