SALAH satu Sekolah Dasar (SD) di Kota Makassar yang dipilih untuk digabung adalah SD Negeri I dan SDN II Gaddong. Dua sekolah yang berlokasi di Jalan Laiya, Kecamatan Bontoala ini harus berbagi satu gedung berlantai tiga.
Sudirman selaku kepala SDN Gaddong 1 menilai, ide untuk menggabung dua sekolah merupakan upaya yang patut didukung. ”Lebih baik sebenarnya digabung, karena jumlah siswa yang sedikit. Dari dulu memang satu sekolahji di sini, lalu kemudian dibagi menjadi dua,” ungkap Sudirman.
Diakuinya, lingkungan di mana SDN Gaddong 1 berada dikelilingi sejumlah sekoalah swasta. Siswa yang bersokolah juga rerata tinggal bersama neneknya. Atau orang tua yang bekerja di sekitar Pasar Sentral. ”Secara tidak langsung, mereka menitip anak-anaknya di sekolah,” ujarnya.
SDN Gaddong 1 memiliki enam ruang kelas untuk mendukung proses belajar mengajar. Satu ruangan dijadikan tempat untuk alat musik.
Di lantai satu terdapat kelas I, II, dan III. Sementara di lantai III, ada kelas IV, V, dan VI. Ada pula aula di lantai III. Juga ada satu ruangan untuk gudang dan fasilitas toilet. Jumlah siswanya sebanyak 185 orang.
Rinciannya, kelas I sebanyak 30 murid. Kelas II berjumlah 27 murid. Kelas III terdiri dari 32 murid. Kelas IV sebanyak 40 murid. Kelas V ada 27 murid. Kelas VI sebanyak 29 siswa.
Semua murid masuk pagi. Saat upacara bendera dilaksanakan setiap hari Senin, murid dari dua sekolah digabung
Kepala SDN Gaddong II Lia Yumirah, menyebut sekolah yang dipimpinnya memiliki enam ruangan yang berada di lantai dua dari bangunan berlantai tiga ini. Lima ruangan digunakan untuk belajar. Satu ruang guru, dan dua toilet untuk guru dan murid.
“Untuk SDN Gaddong 2 memiliki satu ruang guru, lima ruang belajar. Untuk kelas I dan II satu ruangan. Jadi, murid bergiliran masuk. Kalau I sudah pulang, baru kelas II yang masuk,” terang Lia Yumirah.
Murid SDN Gaddong 1 terdiri dari, untuk kelas I sebanyak 20 murid. Kelas II berjumlah 21 murid. Kelas III menampung 24 murid. Kelas IV memiliki 31 murid. Kelas V memiliki 20 murid, dan kelas VI dengan 28 murid.
Najmi, salah satu orang tua murid mengatakan, sekolah ini harusnya memang hanya satu. Tidak perlu ada SDN Gaddong I dan II.
“Lebih bagus kalau digabung karena satu gedung. Muridnya juga sedikit,” kata Najmi. (jun/rus)
Dua Sekolah di Gaddong Berbagi Satu Gedung
×

