pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Semua Usaha Pasti Alami Kerugian

SEIRING berjalannya waktu, usaha Snackgallery MCd yang dimiliki Eni Susana mengalami perkembangan yang cukup baik. Hal ini bisa dilihat dengan pertambahan produksi kerupuk dari tahun ke tahun, dan omset yang meningkat dibanding awal berproduksi.

Laporan: ARDHITA ANGGRAENI

Usaha kerupuk yang dijalankan oleh Eni adalah usaha rumah tangga yang bergerak di bidang pembuatan dan pemasaran makanan ringan. Dorong dan semangat membuka usaha ini tidak lain dan tidak buka akibat dorongan dan peran keluarganya sendiri.
“Kalau bukan dukungan keluArga mungkin saya tidak jalankan usaha ini, karena buka usaha pasti ada halangannya. Belum lagi, modal besar juga harus ada,” ungkap Eni kepada penulis.
Lanjut Eni, apa yang ia dapatkan sekarang bisa dikatakan hasil perjuangan dan kesabarannya dalam membesarkan usaha. Mengapa tidak, mulai dari menjual perhiasannya, hingga ditipu beberapa konsumennya pernah dirasakannya, hingga akhirnya ia mendapatkan kerugian besar.
“Saya bilang namanya orang buka usaha, pasti pernah ditipu sama konsumennya. Seperti usaha saya, beberapa order tapi tidak dibayar, sampai ada yang sudah keep berapa seet tapi tidak jadi ambil. Tapi yah, itu saya bilang kita harus sabar dan berusaha belajar berbisnis yah pasti ada yang seperti itu, itu satu paketlah saya bilang,” bebernya.
Namun cobaan itu menjadikan dirinya lebih giat lagi dalam menjalankan bisnisnya hingga berhasil. Saat ini banyak pembeli baik offline maupun online, sampai ia keteteran menghadapi permintaan pelanggan.
“Saya sebenarnya lagi cari-cari resseler untuk membantu saya menjual di beberapa kota, karena jujur pegawai saya terbatas dan saya juga harus promosikan ini tetap. Kalau ada reseller , setidaknya sudah ada market saya didaerah yang membantu,” ujarnya.
Kini Eni mangaku, rata-rata omzetnya sekarang ini di kisaran Rp60 juta per bulan. Sekarang ini, Snackgallery MCd mungkin menjadi salah satu snack dengan jenis dan rasa banyak. Dirinya berharap bisa selalu melakuan inovasi terhadap produk-produknya, agara mendapat tempat di tengah masyarakat pencinta jajanan.
“Sekarang sih ada alhamdulliah, saya ingin memberikan snack keluarga yang bisa dinikmati siapa saja dan semua suka. Apa yang belum dicapai semoga di 2019 ini bisa,”tutupnya.
Wanita kelahiran Bone, 22 Mei 1986 ini mengaku, awalnya ia menjual kerupuk yang eceran saja, itupun jumlahnya sedikit saja cuman 250 pack di beberapa tempat, kayak di sekolah, warung sama kampus-kampus. Nah seiring berjalan waktu banyak permintaan untuk ukuran yang lebih besar, itu tahun 2014. Tapi karena memang keterbatasan modal jadi harus menabung selama tiga tahun baru bisa memulai dengan ukuran besar.
Sehingga lanjut istri dari Rony Adriansyah ini, mendapatkan modal dari UKM tempatnya bergabung bersama suaminya. Disitu awal mula, usaha kerupuknya bisa berkembang hingga sekarang. Namun itu menurutnya selain kerja keras yang gigih, tapi terselip doa agar usaha bisa berkembang terus.
“Asal kita punya keyakinan bahwa dengan usaha yang kita jalan dengan doa, niscaya usaha apa pun akan menuai hasil memuaskan. Karena untuk jalankan usaha ini, jujur saya harus jual barang-barang saya perhiasan semuanya, karena tidak ada usaha yang sukses tanpa pengorbanan terlebih dahulu, beda dengan orang yang memang sudah punya modal sejak awal,” bebernya.
Kini usaha kerupuknya telah masuk dalam pusat oleh-oleh Makassar dan berbagai toko swalayan yang didimana kerupuknya dibandrol dengan harga Rp 12.000 dalam ukuran yang berbeda-beda. Dalam sehari saja, kerupuk yang harus ia stok setiap hari sebanyak 2.000 pcs.
Kesuksesannya ini patut diacungkan, namun Eni mengaku meski sudah sukses, ia enggan disebut pengusaha sukses, sebab kata-kata itu belum menggambarkan dirinya. “Belumlah mba, didoakan saja karena saya belum layak disebut pengusaha sukses, masih banyak belajar dan belajar lagi ini,” katanya.
Sementara itu, usaha kerupuknya Eni memakai merek usaha Snackgallery MCd, dengan membuat aneka rasa kerupuk, seperti rasa udang, ikan, bawang, jengkol, cumi-cumi, dan rasa pedas, manis dan asin. Dirinya juga kini, menjajaki dunia kerupuk usahanya secara online.
“Sekarang itu lagi mau rambah pulau-pulau luar sulawesi selatan, makanya pemasarannya jual lewat online. Sekalian ini juga lagi ada event pengusaha makassar, mau kenalin lebih besar lagi usaha saya,” ujarnya. (*)



×


Semua Usaha Pasti Alami Kerugian

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar