MAKASSAR, BKM–Beberapa peserta pemilu memang terkadang serampangan dalam memasang alat peraga kampanye. Ada diantara mereka memilih untuk memasang di pohon dengan cara dipaku.
Selain melanggar peraturan tentang pemasangan iklan, satu paku yang menancap di pohon bisa membuat pohon tersebut mati. Yang membuatnya berbahaya, apabila terjadi angin kencang, pohon tersebut akan mudah tumbang karena kropos dan membahayakan pengguna jalan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Rusmayani Madjid mengatakan bahwa, pohon juga mempunyai nyawa seperti manusia. Jika pohon tersebut dipaku, artinya sama saja dengan merusak pohon.
Olehnya, Maya sapaannya mengimbau kepada para kontestan pemilu untuk tidak lagi memasang alat peraganya dipaku di pohon.
“Saya imbau kepada kontestan yang mau maju, jangan merusak dan memaku pohon. Kalau kita sayangi mereka berarti kita juga menyayangi lingkungan,” kata Maya.
Atas tindakan ini pula, Dinas Lingkungan Hidup tak tinggal diam. DLH pun dikatakan Maya kerap bekerjasama dengan para komunitas pecinta alam di Makassar untuk mencabut paku di pohon. Contohnya saja pihaknya bersama para pecinta alam mencabut paku di pohon dan menurunkan alat peraga kampanye.
Ia pun masih berencana untuk melakukan pencabutan lagi selanjutnya. Ia targetkan, semua pohon yang ada di Makassar akan terbebas dari tusukan paku.
“Pekan lalu dengan komunitas pecinta alam cabut paku. Nanti lagi kita jadwalkan lagi. Tunggu saja, saya mau semua pohon di Makassar bebas paku,” tambah Maya.(nug/war/c)
DLH Disibukkan Cabuk Paku di Pohon
×

