MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah mulai tancap gas untuk mengisi kekosongan jabatan di Pemprov Sulsel. Usai melakukan mutasi dua pejabat eselon II pada 4 Maret lalu, giliran pemprov membuka lelang jabatan atau open bidding sejak 15 hingga 29 Maret.
Dua jabatan yang mulai digodok, yakni posisi kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Keduanya saat ini diisi pelaksana tugas.
Jabatan pimpinan tinggi pratama itu baru saja kosong setelah Tautoto Tana Ranggina dimutasi ke jabatan Asisten III Adminsitrasi. Sementara Ashari Fakhsirie Radjamilo, digeser dari kepala BKD menjadi kepala Dinas PMD.
Plt Kepala BKD Sulsel Lubis mengatakan, sejak 15 Maret lalu telah dibuka pendaftaran untuk lelang jabatan dua posisi eselon II di lingkup pemprov. Waktu penyetoran berkas dibuka hingga 29 Maret mendatang.
Hingga 10 hari masa pendaftaran lelang jabatan, pejabat yang memenuhi kriteria masih nihil. Belum ada satu pun memasukkan berkas ke BKD Sulsel. “Untuk saat ini belum ada yang daftar. Kita masih tunggu memasukkan berkasnya sampai tanggal 29 Maret,” kata Lubis.
Diakuinya, belum adanya pendaftar hingga saat ini disebabkan banyaknya berkas persyaratan yang harus dipenuhi pejabat yang berminat. Sebab, pendaftar diwajibkan memenuhi 13 persyaratan untuk mengikuti open bidding.
Di antaranya surat riwayat hidup. Keterangan sehat jasmani dan rohani, serta bebas narkoba. Surat keterangan tak pernah terkena sanksi disiplin. Surat izin pejabat pembina kepegawaian (gubernur). Surat keterangan latihan kepemimpinan sekurang-kurangnya Latpim III. Lalu surat tanda laporan harta kekayaan pegawai negara (LHKPN) dari KPK.
“Memang butuh waktu, karena harus dilengkapi dulu berkasnya. Sebab ada 13 syarat yang harus dipenuhi. Seperti izin pejabat pembina kepegawaian harus Pak Gubernur bertanda tangan. Sementara LHKPN harus dari KPK,” jelas Lubis.
Meski lelang jabatan baru memasuki tahap pendaftaran, namun isu pengisi jabatan lowong itu sudah menyebar di lingkungan Pemprov Sulsel. Salah-satunya ada nama Muh Asri Sahrun. Mantan kepala BPKSDM Bantaeng itu disebut-sebut bakal menduduki jabatan selaku kepala BKD Sulsel.
Saat ini, Asri sudah berstatus sebagai ASN Pemprov Sulsel dan bertugas di BKD, tak lama setelah Nurdin Abdullah menjabat gubernur Sulsel.
Menurut Lubis, Asri merupakan salah satu ASN yang memenuhi kriteria dalam persyaratan mengikuti lelang jabatan. Katanya, meski Asri masih berpangkat IVc, namun dia pernah menjabat kepala BPKSDM setingkat eselon III.
“Syaratnya sebenarnya pangkat IV-B, tapi beliau telah pernah menjabat kepala badan setingkat eselon III (di Bantaeng),” kata Lubis.
Diketahui, selain dua jabatan eselon II yang dilelang kali ini, terdapat jabatan lowong dan hanya diisi plt. Yakni kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, serta Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah telah menginstruksikan persiapan pengisian sejumlah posisi kosong jabatan eselon II. Salah satunya berkoordinasi dengan Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, terkait rencana tersebut.
Katanya, open bidding sudah mendesak dilakukan sesuai kebutuhan organisasi, lantaran banyak jabatan strategis hanya hanya diisi pelaksana tugas (plt). “Sesuai kebutuhanlah, saya minta Pak Wagub. Ini lagi dicek berapa lowong. Yang pasti kepala BKD kita lantik setelah bidding,” jelasnya. (rhm/rus)
10 Hari Dibuka, Pendaftar Lelang Jabatan Nihil
×

