pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Menikah, Siswi SMK tak Hadiri UNBK

MAKASSAR, BKM — Siswa SMK kelas akhir mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) serentak mulai Senin (25/3). Ujian berlangsung selama empat hari, 25-28 Maret mendatang. Satu mata pelajaran diujikan setiap hari.
Untuk hari pertama, peserta UNBK mengerjakan ujian Bahasa Indonesia. Hari kedua Matematika. Hari ketiga Bahasa Inggris. Hari keempat teori kejuruan.
Di Sulsel, tahun ini tercatat 40.250 siswa serentak mengikuti UNBK. Melibatkan 421 SMK. SMK lebih dulu ujian pekan ini. Disusul kemudian SMA pekan depan.
Di hari pertama pelaksanaan UNBK, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo melakukan pemantauan di SMKN 8 Makassar, Jalan Monginsidi. Irman mengklaim semuanya berjalan aman.
Ujian dibagi beberapa sesi. Rerata dua sampai tiga sesi setiap sekolah. Setiap sesi berlangsung selama dua jam.
“Satu kelas dan sesi itu sampai 25 komputer. Tahun ini ada beberapa sekolah remote area yang sudah melaksanakan UNBK mandiri. Sisanya ada swasta yang masih menumpang,” kata None, panggilan akrab Irman YL.
None mengatakan, tahun ini sebagian besar sekolah sudah bisa menggelar UNBK secara mandiri. Dengan kata lain, sekolah menggunakan sarana dan prasarana sendiri. Adapun yang belum mandiri tinggal 58 sekolah, yang rerata swasta.
Sekolah yang masih menumpang untuk UNBK disebabkan beberapa hal. Mulai jumlah siswanya tidak sampai 25 orang, hingga sarana dan prasarana yang belum memadai.
Tahun ini, kata None, pelaksanaan UNBK di seluruh SMK sudah ketiga kalinya. Sementara untuk SMA masuk tahun kedua. Pelaksanaan UNBK tingkat SMA sendiri baru dilakukan 1 April mendatang.
Terkait jumlah siswa yang tak hadir UNBK di hari pertama, Disdik masih menunggu data pasti dari setiap sekolah. Hanya saja, None menyebutkan dari tahun ke tahun selalu saja ada yang absen.
“Ada yang sakit parah, tanpa keterangan, dan mengundurkan diri. Kalau mengundurkan diri ini, paling banyak karena sudah menikah sehingga malu datang ke sekolah lagi,” jelasnya.
Kepala Sekolah SMKN 8 Makassar Asnah Baharuddin, menyebutkan di sesi pertama pelaksanaan UNBK ada dua orang siswa tak hadir. Mereka adalah siswa perempuan yang mengundurkan diri.
“Mereka sudah menikah. Ada yang hamil dan sudah ikut suaminya. Wali kelas sudah datangi untuk mengajak mereka tetap ikut UNBK. Tapi mereka tidak mau. Kita sarankan ikut paket C saja,” jelasnya.
Di SMKN 8 Makassar sendiri, jumlah siswa yang ikut UNBK sebanyak 390 siswa. Terdiri dari 316 perempuan dan 74 laki-laki. Ada enam jurusan, mulai usaha perjalanan wisata, perhotelan, tata boga, tata kecantikan kulit dan rambut, tata busana dan otomatisasi, serta tata kelola perkantoran.
Tak hanya di SMKN 8 Makassar, kasus serupa juga ditemukan di SMKN 1 Jeneponto, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Total 352 siswa mengikuti ujian nasional berbasis komputer di sekolah ini. Sementara terdapat empat siswa yang tidak ikut ujian dengan keterangan sudah menikah.
Kendati tidak ada kendala berarti yang ditemukan, namun ada sejumlah keluhan dari siswa yang mengikuti ujian.
Di SMK 8 misalnya, seorang siswi, Nur Oktaviana mengaku sempat mengalami log out dari sistem. Itu terjadi dua kali. Akibatnya, dia harus kembali masuk ke sistem yang menyebabkan waktunya tersita beberapa saat.
Plt Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdik Sulsel Herman menambahkan, belum ada laporan dari sekolah tentang keluhan pelaksanaan ujian. Meski begitu, tetap ada evaluasi untuk hari pertama UNBK. Pihaknya pun masih menunggu data jumlah siswa yang tak ikut ujian.
“Mereka yang tak ikut masih bisa ujian susulan April mendatang. Bergantung alasan atas ketidakikutsertaan mereka,” tambahnya.

Siapkan Genset

Ditemui terpisah, Kepala SMKN 5 Makassar Ilyas mengatakan, pelaksanaan UNBK di hari pertama berjalan lancar tanpa gangguan. Baik jaringan internet maupun listrik tidak terjadi masalah.
Sebab jauh sebelum UNBK digelar, Dinas Pendidikan Sulsel bersama PT Telkom dan PLN melakukan koordinasi dan kerja sama untuk kelancaran ujian.
“Hari pertama UBNK di SMKN 5 Makassar berjalan baik dan lancar. Semua siswa atau peserta ujian semua hadir. Jaringan listrik dan internet juga lancar, karena sudah adanya persiapan yang dilakukan,” ujar Ilyas, Senin (25/3).
Dijelaskan Ilyas, pelaksanaan UNBK dimulai pukul 07.30 Wita dengan mata ujian Bahasa Indonesia pada sesi pertama. Semua siswa mengerjakan soal-soal ujian di komputer tanpa ada hambatan. Mata pelajaran yang diujikan juga telah dipelajari oleh siswa dengan palatihan yang diberikan pihak sekolah.
“Antisipasi gangguan pasti tetap kita lakukan dengan menyediakan laptop cadangan di masing-masing ruang kelas. Sehingga ketika ada komputer yang bermasalah, panitia dengan cepat mengganti perangkat. Tapi kami berharap UNBK tahun ini tidak ada masalah dan gangguan,” ujarnya.
Selain laptop cadangan, pihak SMKN 5 Makassar juga menyediakan genset. Mesin ini dapat membantu ketika terjadi pemadaman listrik dari PLN. (rhm-arf/rus)




×


Menikah, Siswi SMK tak Hadiri UNBK

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar