pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Juni, Sulsel Masuki Musim Kemarau

MAKASSAR, BKM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memperkirakan musim kemarau tidak lama lagi berlangsung di Sulawesi Selatan.
Diawali pada wilayah Sulawesi Selatan bagian selatan di bulan Februari lalu. Selanjutnya wilayah pantai barat bagian selatan hingga utara. Terakhir, wilayah pantai timur Sulawesi Selatan pada bulan Agustus.
Kepala Stasiun Klimatologi Wilayah Maros Hartanto, menuturkan dari total 24 Zona Musim (ZOM) di Sulawesi Selatan, sebagian besar akan memasuki musim kemarau pada bulan Juni, Juli, dan Agustus 2019. Kecuali bulan Februari, sebanyak 1 ZOM (4,2 persen) yaitu sebagian wilayah Jeneponto, Gowa, dan Bantaeng.
“Bulan April sebanyak 2 ZOM (8,3 persen). Meliputi Barru, Gowa, Jeneponto, Maros, Makassar, Pangkep, dan Takalar. Bulan Mei sebanyak 2 ZOM meliputi Barru, Bone, Gowa, Pangkep, Maros, Makassar, Pangkep , Selayar, Soppeng, dan Takalar,” terangnya.
Sedangkan bulan Juni, sambung Hartanto, sebanyak 7 ZOM yang meliputi wilayah Barru, Bone, Enrekang, Gowa , Jeneponto, Luwu , Luwu utara, Maros, Pare-pare, Pinrang , Sidrap
“Bulan Juli sebanyak 5 ZOM meliputi Bantaeng, Bulukumba, Bone, Gowa, Jeneponto, Sidrap, Sinjai, Soppeng, Pinrang, Wajo. Bulan Agustus sebanyak 7 ZOM meliputi Bulukumba, Bone, Enrekang, Pinrang, Sinjai, Sidrap, Luwu, Tana Toraja, Wajo,” paparnya.
Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar Muh Yasir, mengatakan pihaknya telah mengantipasi jika terjadi kebakaran. Apalagi di musim kemarau.
“Memasuki musim kemarau, personel damkar selalu siaga akan terjadinya kebakaran di Makassar,” kata Yasir.
Selain meningkatkan kesiapsiagaan, mantan kadis Perdagangan Kota Makassar itu menyebut, pihaknya juga berupaya memberikan penyuluhan dan sosialisasi ke masyarakat.
Yasir mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada, termasuk memperhatikan beberapa hal yang bisa memicu terjadinya kebakaran.
Yang perlu diwaspadai adalah kompor dan listrik. Termasuk saat hendak membakar rumput kering.
”Perhatikan selalui instalasi listrik agar sesuai standar sehingga terhindar korsleting. Hindari juga penggunaan alat listrik yang ditinggal dalam keadaan menyala. Kemudian periksa instalasi listrik agar tidak memakai secara berlebihan,” imbuhnya.
Yasir menjelaskan, dalam beberapa peristiwa kebakaran yang pernah terjadi sebelumnya, pasukan Damkar Makassar dianggapnya sangat responsif untuk melakukan pemadaman dan pencegahan. Sehingga beberapa kejadian tidak sampai meluas. (nug/rus/b)



×


Juni, Sulsel Masuki Musim Kemarau

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar