MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel akan mengirim tiga nama kandidat penjabat (pj) wali kota Makassar hari ini, Senin (22/4). Tiga nama yang dikirim tersebut adalah peraih skor tertingga hasil seleksi yang dibuka Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.
Mereka adalah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel Sulkaf S Latief, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Iqbal Suhaeb, serta Staf Ahli Gubernur yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pendapatan Daerah Sulsel Denny Irawan.
Ketiga kandidat tersebut secara khusus juga sudah menyampaikan presentasi terkait apa yang akan dilakukan ketika menjadi pj wali kota Makassar. Presentasi itu dilakukan di depan gubernur dan wakil gubernur pada Kamis pekan lalu.
Gubernur Nurdin Abdullah mengatakan, pihaknya tak akan menunda proses pengiriman tiga nama tersebut. Dia berjanji, Senin ini Kemendagri sudah menerima usulan pj wali kota Makassar, untuk kemudian diproses di pusat.
Dia tak ingin berkomentar tentang siapa nama yang lebih kuat menduduki posisi itu. Menurutnya, semua proses masih berjalan. Usulan ke Kemendagri pun tetap akan melampirkan nilai proses seleksi ketiganya.
“Saya tidak tahu yang mana paling berpeluang. Yang jelas Kemendagri apresiasi kita karena membuat seleksi untuk jabatan pj wali kota,” ungkap mantan bupati Bantaeng dua periode itu.
Plt Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik, mengaatakan proses untuk menetapkan daru nama tak akan lama. Nama yang diproses hanya yang diusulkan oleh gubernur. Tak ada tambahan nama lain.
Dia menjelaskan, jika sudah masuk proses untuk SK oleh Mendagri paling lama sepekan. SKnya pun akan diberikan jelang masa jabatan wali kota yang sekarang berakhir, yakni pada 8 Mei mendatang.
Kandidat Pj Wali Kota Makassar Denny Irawan fokus pada pengembangan kota harus mengacu pada dokumen perencanaan yang ada terutama tata ruang.
Permasalahan Kota Makassar yang ia identifikasi, di antaranya parkir dan pedesterian, kemacetan, sampah, drainase, lingkungan, tata ruang, sosial (PMKS), transportasi dan banjir. Hal itu yang akan dijadikannya arah kebijakan.
“Keberhasilan pemerintah sebelumnya telah berjalan dengan baik. Namun, banyak yang belum terselesaikan. Inilah yang akan menjadi agenda arah kebijakan yang akan dikerjakan dalam dalam masa 20 bulan,” ujarnya.
Terdapat delapan program yang ingin dijalankannya. Pertama, menjadikan Makassar sebagai barometer pelayanan publik di KTI melalui integrasi mall pelayanan publik. Menjadikan Makassar sebagai kota yang bersih, bebas dari permasalahan sampah, bebas dari pedagang kakilima dan pedagang asongan di atas trotoar.
Menjadikan Makassar sebagai kota yang aman dan ramah bebas dari begal, pengemis dan anak jalanan. Menjadikan Makassar nyaman dengan perparkiran, dan akses pejalan kaki yang terbangun dengan baik. Ditargetkan akan terealisasi pada tahun 2020.
Iqbal pun memaparkan program strategis yang akan dilakukan dalam 20 bulan jika menjabat, dituangkan dalam delapan program. Pertama, pembangunan drainase tertutup, optimalisasi pedesterian, rekayasa lalulintas dan parkir, waste management (manajemen persampahan).
“Ini harus tertutup agar sampah-sampah tidak masuk ke drainase, juga ada optimalisasi pedesterian,” jelasnya.
Sementara Sulkaf S Latief mengidentifikasi persoalan yang harus diselesaikan. Terutama masalah kebersihan, drainase dan kemacetan. Untuk itu, seorang pj wali kota harus mampu membuat sistemnya, penyadaran masyarakat dan mampu mengerakkan.
Sulkaf kemudian memaparkan empat tugas utama yang akan dilakukannya. Pertama, menjaga keberlangsungan pemerintahan yang kondusif, berkelanjutan, dan berkemajuan.
Kedua, meningatkan kualitas pelayanan terutama pada kebersihan linkungan, drainase perkotaan, serta pencegahan dan penanggulangan banjir. Ketiga, memaksimalkan pengelolaan perparkiran, pedestarian dan kelancaran transportasi. Dan terakhir meningkatkan pelayanan ketersediaan air bersih, ketersediaan ruang terbuka hijau, pelayanan kesehatan dan pendidikan yang berkualitas. (rhm/rus)
Kemendagri Janji Percepat Proses Pj Wali Kota
×

