MAKASSAR, BKM– Berdasarkan survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan, Industri Mikro dan Kecil (IMK) mengalami pertumbuhan sebesar
7,08 persen di triwulan pertama 2019. Pertumbuhan ini dampak dari pesta demokrasi pemilihan umum (pemilu).
Kepala BPS Sulsel Yos Rusdiansyah mengatakan bahwa pertumbuhan IMK Sulsel hingga 7,08 persen tidak lepas dari momentum pemilu serentak. Ada banyak IMK yang mendapatkan pesanan cetakan yang diorder dari tim-tim sukses baik calon presiden maupun calon legislatif (pilpres-pileg). Seperti cetakan baliho, stiker dan Alat Peraga Kampanye (APK).
“Pada triwulan pertama 2019, IMK di Sulsel mengalami pertumbuhan. Cukup pesat sebesar 16,84 persen ketika dibanding pada triwulan pertama di 2018 (YoY). Paling tinggi penyumbang pertumbuhan adalah industri pada percetakan dan reproduksi media rekaman sebesar 73,42 persen,” sebut Yos pada rilis data di kantor BPS Sulsel Jalan H Bau Makassar, Kamis siang (2/5).
Tidak sampai disitu saja, IMK jenis makanan juga turut merasakan dampak baik peningkatan ini sebesar 67,06 persen. Peningkatan pertumbuhan ini tidak berlaku tuk Industri Besar dan Sedang (IBS) di Sulsel. IBS di Sulsel mengalami penurunan pada triwulan pertama di 2019 ini.
Bagi Yos, apa yang terjadi IBS Sulsel triwulan pertama di 2019 merupakan hal yang sering terjadi di setiap awal tahun. Bahkan akan banyak perusahaan yang menahan produksinya pada awal tahun.
“Untuk peningkatan kualitas hidup di Sulsel, itu mengalami kemajuan. Ini ditandai dengan terus meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari tahun ke tahun. Pada tahun 2018, IPM Sulsel mencapai 70,90. Angka ini meningkat 0,56 poin dibandingkan dengan IPM Sulawesi Selatan pada tahun 2017 yang mempunyai angka sebesar 70,34 di tahun 2018 status pembangunan manusia di Sulsel telah mencapai level tinggi,” tutupnya. (ARF)

