pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pesan Catering, Telur Dadar dan Kerupuk Menu Wajib

HARI Sabtu (11/5) merupakan sahur keenam di bulan puasa. Giliran Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas I Makassar Budi Sarwono yang disambangi tim BKM untuk program Sahur Bersama Tokoh. Suasana penuh kesederhanaan begitu nampak.

JARUM jam menunjuk pukul 03.00 Wita. Sebuah rumah jabatan (rujab) tak jauh dari Lapas Makassar di Jalan Sultan Alauddin. Di rujab inilah Budi Sarwono menjalani rutinitasnya selama memangku jabatan selaku kalapas.
Rumah ini cukup sederhana. Termasuk perabotan di dalamnya. Tak ada yang istimewa.
Saat BKM tiba, penghuni rumah sudah mulai sibuk. Mereka bersiap untuk sahur bersama. Di halaman parkir rujab sudah menunggu Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Kelas I Makassar Mutzaini Zein beserta istri. Bersama keduanya, BKM menuju rujab.
Tidak lama kemudian, dari dalam muncul Budi Sarwono membukakan pintu. Penampilannya biasa saja. Pria berkacamata ini mengenakan baju koko lengan pendek berwarna biru tua.
Ia lalu mengajak menuju ke ruang makan.
Di sini terlihat seorang perempuan berpakaian serba merah maron tengah sibuk menata menu di atas meja. Berbaju lengan panjang dan jilbab, istri Budi Sarwono bernama Hj Nur Hasma ini menyiapkan sajian untuk dinikmati bersama. Ia juga sempat memasak sejumlah menu untuk disajikan.
Di salah satu kursi, duduk pula seorang laki-laki berbaju kaus warna hitam. Dia adalah putra bungsu Budi Sarwono.
Sahur Budi Sarwono kali ini tergolong lengkap. Karena istri dan anaknya bisa mendampingi. Mereka berada di Makassar sejak Kamis sore (9/5). Kehadirannya dalam rangka mendampingi Budi Sarwono dalam rangkaian kegiatan amaliah ramadan, yakni buka puasa bersama warga binaan lapas yang dilaksanakan Jumat (10/5).
Di sela-sela santap sahur, kalapas yang berasal dari Bandung, Jawa Barat ini bertutur tentang pengalamannya melaksanakan ibadah puasa di Makassar.
”Sudah dua tahun saya menjalankan puasa di Makassar. Beruntung, sekarang ini ada istri dan anak yang menemani. Sebelumnya ada anak bungsu bersama saya.Tapi setelah pindah ke Jakarta, sahurnya sendirian,” ujarnya.
Di kala istri tak mendampingi saat bulan puasa, menu sahur untuk sang suami telah dikontrol oleh Hj Nur Hasma. Ia memesan catering guna diantarkan ke rujab setiap harinya.
”Untuk sahur, istri sudah pesan catering. Wadah untuk makanannya beli sendiri, biar tahu porsi nasi dan lauknya,” terang Budi.
Hj Nur Hasma yang duduk disamping suaminya kemudian berujar. ”Kalau menu sahur untuk bapak, ada yang tidak boleh ketinggalan. Telur dadar dan kerupuk,” ujarnya sambil tersenyum.
Pengakuan Hj Nur Hasma itu bersesuaian dengan kenyataan. Saat sahur bersama, di atas meja tersaji sebuah wadah plastik berwarna bening berukuran sedang. Di dalamnya berisi penuh kerupuk.
Budi punya alasan sendiri mengapa membeli sendiri wadah untuk catering makan sahurnya. ”Saat makan sendirian harus dihabiskan. Tidak boleh ada yang tersisa. Karenanya, saya pilih sendiri wadahnya agar tidak ada yang mubasir,” imbuhnya.
Bila istrinya sudah kembali ke Bandung dan tak lagi menemaninya di Makassar, acara cara tersendiri membangunkan Budi untuk sahur. ”Biasanya ditelepon istri dari Bandung untuk sahur. Makannya di dalam kamar. Biasanya, catering sudah diantar paling lambat setengah empat. Disimpan di dalam kotak yang sudah saya buat. Terbuat dari kayu yang ditempelkan di dinding teras rumah jabatan,” jelas Budi Sarwono.
Hal seperti itu sengaja dilakukan Budi Sarwono, agar makanan cateringnya tidak disimpan di lantai yang bisa diganggu oleh kucing. Makan sahurnya langsung dari wadahnya. Tidak dipindahkan ke piring. Usai sahur, Budi kemudian menunggu waktu subuh untuk menunaikan salat. (jun/rus)



×


Pesan Catering, Telur Dadar dan Kerupuk Menu Wajib

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar